Donald Trump Desak Negara Bantu Amankan Selat Hormuz, Reaksi China Jadi Sorotan!

Jumat 20 Mar 2026 - 12:30 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

BACA JUGA:Iran Tuduh Israel Dalang Serangan Fasilitas Saudi Aramco, Situasi Timur Tengah Memanas

BACA JUGA:Komplotan Pencuri Masuk Kontrakan Setelah Bongkar Atap Genteng, Korban Alami Kerugian Hingga Rp 40 Juta

Bahlil menjelaskan bahwa sekitar 20,1 juta barel minyak per hari, atau hampir seperlima dari total pasokan minyak dunia, melewati jalur tersebut.

Angka ini menegaskan posisi Selat Hormuz sebagai chokepoint paling strategis dalam perdagangan energi global.

“Di Selat Hormuz itu melewati kurang lebih sekitar 20,1 juta barrel per day. Jadi supply global itu 20,1 juta barrel per day,” tegasnya.

Meski demikian, ia memastikan ketergantungan Indonesia terhadap jalur tersebut relatif terbatas.

BACA JUGA:Dituduh Punya Ilmu Santet, Rumah Seorang Kakek di Pasuruan Dirusak Warga: Gegara Mimpi Korban saat Sakit

BACA JUGA:Bandara Hingga Hotel Mewah Rusak di Dubai Gegara Serangan Rudal Iran: UEA Tutup Kedutaan di Iran

Dari hasil pendalaman rapat, impor minyak mentah Indonesia dari kawasan Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz hanya sekitar 20–25 persen dari total impor nasional.

Selebihnya, Indonesia memperoleh pasokan dari Afrika (Angola), Amerika, Brazil, dan beberapa negara lain.

Diversifikasi sumber pasokan ini dinilai menjadi bantalan penting dalam menghadapi gejolak global.

Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas pasokan serta harga energi domestik.

BACA JUGA:Gerhana Bulan Ramadan 1447H (3 Maret 2026) Puncaknya Kapan? Ini Ajaran Islam dan Cara Maknainya

BACA JUGA:Kasus 'Jatah Preman' Berlanjut, Gubernur Riau akan Segera Disidang, KPK Ungkap Ini!

Dengan komposisi impor yang tersebar dari berbagai kawasan, dampak langsung penutupan Selat Hormuz terhadap ketersediaan energi nasional diyakini dapat diminimalkan.

Namun, Bahlil mengingatkan bahwa risiko kenaikan harga energi global tetap menjadi perhatian serius.

Kategori :