BACAKORAN.CO - Korban dari kebrutalan tentara zionis Israel di markas UNIFIL PBB di Libanon Selatan akhirnya terkuak. Praka Farizal Romadhon gugur akibat bom yang ditembakkan tentara pendudukan Israel menghantam markas UNIFIL Minggu 29 Maret 2026.
Praka Farizal dikirim sebagai bagian dari upaya pemerintah Indonesia sebagai anggota perdamaian PBB di Libanon.
Gugurnya Praka Farizal Romadhon menjadi perhatian dunia dan Kemenlu telah mengeluarkan kecaman atas targedi tersebut.
Praka Farizal Romadhon merupakan pemuda kelahiran Kulonprogo Yogyakarta 28 tahun silam.
Dia meninggalkan satu orang istri dan anak perempuan yang masih balita.
Sebelumnya diberitakan sebuah tragedi menimpa kontingen Garuda di Lebanon Selatan ketika serangan artileri Israel menghantam markas Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL).
Ledakan tersebut menewaskan seorang prajurit TNI dan melukai satu lainnya.
Peristiwa ini memunculkan sorotan besar terhadap kebijakan pertahanan Indonesia, khususnya program Board of Peace (BOP) yang diikuti Prabowo Subianto.
Kronologi Serangan
Lokasi serangan Israel terletak di Lebanon Selatan yang merupakan wilayah rawan konflik.
Serangan artileri Israel menghantam pos UNIFIL yang ditempati kontingen Indonesia.
BACA JUGA:Israel Cegah Kardinal Rayakan Misa Minggu Palma di Yerusalem, Picu Sorotan Dunia
Terkonfirmasi bahwa 1 prajurit TNI gugur, 1 luka kritis.
Kementerian Pertahanan segera melakukan koordinasi dengan PBB untuk evakuasi korban dan investigasi.