Banyak yang mengecam sikap petugas SPBU Tegalsari yang dinilai tidak memiliki empati dan mengabaikan standar keselamatan.
Warga sekitar juga mempertanyakan fungsi APAR yang tersedia di SPBU jika tidak digunakan dalam keadaan darurat.
Polisi Turun Tangan
Keributan di lokasi akhirnya menarik perhatian pihak kepolisian.
BACA JUGA:Viral! Pelanggan Ngaku Aparat Polisi Aniaya 3 Petugas SPBU di Cipinang, Propam Turun Tangan
Petugas yang datang menyarankan korban membuat laporan resmi ke polsek terdekat.
Polisi menilai ada dugaan kelalaian dan tindakan mempersulit dalam penanganan keadaan darurat.
“Pihak pom akan kena karena mempersulit. Orang-orang di pom lihat saja tanpa bantuin atau usaha,” ungkap korban menirukan saran polisi.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Sorotan Publik terhadap SOP SPBU
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai standar operasional prosedur (SOP) di SPBU.
Sebagai area berisiko tinggi, SPBU wajib memiliki kesiapan alat dan personel dalam menghadapi percikan api sekecil apa pun.
Sikap petugas yang menunda penggunaan APAR hingga motor hangus dinilai sebagai bentuk kelalaian serius.
Bagi korban, kehilangan motor senilai belasan juta rupiah mungkin bisa diikhlaskan.
Namun, sikap petugas yang dianggap tidak memiliki nurani meninggalkan luka mendalam.
Publik pun berharap pihak berwenang menindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang.