BACAKORAN.CO - Pernahkah kamu mendengar kalimat, "Demi Allah, aku pasti janji...." atau "Insya Allah, kalau Allah mengizinkan, aku akan..."?
Seringkali tanpa sadar, kita melontarkan janji dengan menyertakan nama Allah SWT, entah itu untuk meyakinkan orang lain, atau sekadar kebiasaan bicara.
Tapi tahukah kamu, bahwa membawa nama Allah dalam sebuah janji adalah hal yang sangat berat dan memiliki konsekuensi besar di hadapan-Nya?
Melansir dari video tiktok @akhwat.desa, Dalam sebuah nasihat yang, Ustadzah Halimah Alaydrus mengingatkan kita dengan pesan yang sangat tegas: "Stop Janji Bawa Nama Allah!"
BACA JUGA:Pesan Menyentuh: Nabi Muhammad Akan Penuhi Janjinya Jika Kamu Sabar Kata Ustadzah Halimah Alaydrus
BACA JUGA:Walaupun Mustahil, Nabi Muhammad Akan Penuhi Janjinya, Simak Pesan Ustadzah Halimah Alaydrus
Bahaya Mengingkari Janji yang Disertai Nama Allah
Ustadzah Halimah menegaskan, janganlah kita berjanji dengan membawa nama Allah jika pada akhirnya kita sendiri yang mengingkarinya atau tidak mampu menepatinya.
Mengapa hal ini dilarang dan diperingatkan dengan sangat keras?
Karena nama Allah itu Maha Suci dan Maha Agung. Ketika kita berkata "Demi Allah..." atau "Wallahi...", itu artinya kita bersumpah atas nama-Nya.
BACA JUGA:Makna Cobaan Sebagai Anugerah Allah: Janji Kemudahan di Balik Kesulitan Menurut Ustadz Hanan Attaki!
BACA JUGA:10 Jurusan Kuliah Gak Cuma Janji Tapi Bukti!
Kita menjadikan Allah SWT sebagai saksi dan jaminan atas ucapan kita.
Jika janji itu tidak ditepati, maka bukan hanya kita berdosa karena berbohong, tapi kita juga telah merendahkan dan mempermainkan nama Allah yang Maha Besar.
Urusannya bukan hanya dengan manusia yang kita janjikan, tapi urusannya langsung dengan Allah SWT di akhirat kelak.
Bayangkan betapa berat pertanggungjawabannya!