Fitur wireless charging juga tersedia di Premium, memudahkan pengguna mengisi daya smartphone tanpa kabel.
Dynamic hanya menawarkan pengaturan kursi manual dan setir tilt, sehingga kenyamanan berkendara lebih terbatas.
Pengisian Daya dan Teknologi
Premium unggul dengan fast charging 40 kW, memangkas waktu isi daya 20–80% menjadi 30 menit, dibandingkan Dynamic yang butuh 40 menit dengan 30 kW.
Keduanya sama-sama mendukung Android Auto, Apple CarPlay, kamera mundur, dan sistem audio berkualitas.
Material interior tetap premium di kedua varian, dengan door trim empuk dan jok kulit sintetis.
Performa Berkendara
Mesin listrik keduanya identik: tenaga 75 PS dan torsi 135 Nm.
Suspensi MacPherson depan dan torsion beam belakang memberikan stabilitas baik, meski terasa agak kaku di jalan bergelombang.
Perbedaan utama ada pada posisi duduk: Premium lebih fleksibel berkat kursi dan setir yang bisa diatur lebih presisi, meningkatkan kenyamanan perjalanan jarak jauh.
BACA JUGA:Lawan Honda CR-V? BYD Songlong Ultra EV Tawarkan Teknologi Premium Harga Murah di Segmen SUV Listrik
Nilai Jangka Panjang
Dari sisi finansial, varian Premium lebih unggul dalam resale value.
Harga jual kembali Premium bertahan di kisaran Rp230 juta, sementara Dynamic sekitar Rp185–190 juta.
Dengan biaya listrik sekitar Rp1 juta per 3–4 bulan, mobil ini jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Premium bukan sekadar mobil, melainkan investasi energi cadangan rumah tangga sekaligus solusi mobilitas modern.