Kopling juga wajib diperiksa—slipping atau grabbing bisa jadi tanda kerusakan yang akan mengganggu kenyamanan berkendara.
Kaki-Kaki dan Suspensi: Kenyamanan dan Keselamatan
Sistem kaki-kaki sering jadi titik lemah mobil bekas.
Bunyi gluduk atau getaran setir saat melewati jalan rusak bisa menandakan ball joint, tie rod, atau shock absorber bermasalah.
Kerusakan ini bukan hanya mengurangi kenyamanan, tapi juga membahayakan keselamatan karena memengaruhi stabilitas kendaraan.
Rangka dan Body: Waspada Bekas Tabrakan
Body repair modern bisa menyamarkan bekas tabrakan.
Pemeriksaan dengan magnet tester membantu mendeteksi panel yang pernah didempul.
Celah antar-panel yang tidak rata atau warna cat berbeda juga jadi tanda perbaikan besar.
Kerusakan rangka berisiko fatal karena bisa mengganggu geometri roda dan daya tahan kendaraan.
Interior dan Kelistrikan: Jangan Remehkan Modifikasi
Interior robek atau dashboard retak bisa jadi tanda mobil kurang terawat.
Lebih penting lagi, sistem kelistrikan harus diperiksa.
Modifikasi sembarangan seperti audio atau lampu tambahan bisa memicu korsleting dan merusak ECU.
Hindari mobil dengan rekam jejak modifikasi listrik yang tidak standar.
Ban, Velg, dan Dokumen: Fondasi Transaksi
Ban wajib diperiksa kedalaman alurnya, retakan, dan keausan tidak merata.
Velg penyok atau retak bisa berbahaya di kecepatan tinggi.