Jangan Asal Murah! Ini 7 Area Wajib Diperiksa Sebelum Beli Mobil Bekas, Biar Gak Kecolongan

Senin 13 Apr 2026 - 18:00 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

Kopling juga wajib diperiksa—slipping atau grabbing bisa jadi tanda kerusakan yang akan mengganggu kenyamanan berkendara.

Kaki-Kaki dan Suspensi: Kenyamanan dan Keselamatan

Sistem kaki-kaki sering jadi titik lemah mobil bekas. 

Bunyi gluduk atau getaran setir saat melewati jalan rusak bisa menandakan ball joint, tie rod, atau shock absorber bermasalah. 

Kerusakan ini bukan hanya mengurangi kenyamanan, tapi juga membahayakan keselamatan karena memengaruhi stabilitas kendaraan.

Rangka dan Body: Waspada Bekas Tabrakan

BACA JUGA:Harga Mobil Baru Naik, Simak Daftar Mobil Bekas 2020–2021 Ini Jatuh Harga, Peluang Emas Bagi Keluarga Muda!

Body repair modern bisa menyamarkan bekas tabrakan. 

Pemeriksaan dengan magnet tester membantu mendeteksi panel yang pernah didempul. 

Celah antar-panel yang tidak rata atau warna cat berbeda juga jadi tanda perbaikan besar. 

Kerusakan rangka berisiko fatal karena bisa mengganggu geometri roda dan daya tahan kendaraan.

Interior dan Kelistrikan: Jangan Remehkan Modifikasi

Interior robek atau dashboard retak bisa jadi tanda mobil kurang terawat. 

Lebih penting lagi, sistem kelistrikan harus diperiksa. 

BACA JUGA:Harga Mobil Baru Naik, Simak Daftar Mobil Bekas 2020–2021 Ini Jatuh Harga, Peluang Emas Bagi Keluarga Muda!

Modifikasi sembarangan seperti audio atau lampu tambahan bisa memicu korsleting dan merusak ECU. 

Hindari mobil dengan rekam jejak modifikasi listrik yang tidak standar.

Ban, Velg, dan Dokumen: Fondasi Transaksi

Ban wajib diperiksa kedalaman alurnya, retakan, dan keausan tidak merata. 

Velg penyok atau retak bisa berbahaya di kecepatan tinggi. 

Kategori :