BACA JUGA:Fakta Dibalik Ade Armando Trending di X, Imbas Dugaan Framing Potong Video Jusuf Kalla
Bukti tangkapan layar memperlihatkan anggota grup mengirimkan stiker wajah korban, membuat video berdurasi dua menit yang berisi hinaan, serta mengirimkan pesan teks berupa desahan dan makian tidak pantas.
Kasus pelecehan seksual di grup WA ini secara jelas memperlihatkan bentuk kekerasan psikis dan pelecehan seksual verbal yang terstruktur oleh keempat terduga pelaku.
Respon Pihak Institusi dan Tekanan Penutupan Kasus
Menghadapi tindakan tersebut, korban sebenarnya telah berupaya menempuh jalur pelaporan yang benar. Korban melaporkan Kasus viral Twitter pelecehan ini kepada wali kelas yang bertugas pada saat itu.
Namun, respons yang didapatkan sangat jauh dari harapan pelindungan.
Korban diarahkan untuk sekadar "sabar" dan diminta untuk tidak memicu permasalahan lebih lanjut, sebuah sikap yang dianggap melanggengkan budaya impunitas.
BACA JUGA:Begini Nasib 16 Mahasiswa UI Terduga Pelecehan Seksual Group Chat FH
Lebih ironis lagi, ketika Kasus pelecehan seksual di grup WA ini akhirnya viral, korban justru mendapat tekanan hebat dari pihak keluarga.
Bukti percakapan WhatsApp antara korban dan orang tuanya memperlihatkan kepanikan karena adanya tekanan dari pihak terduga pelaku.
"Klo ngk mau nurut omongan papi..ngk usah pulamg kerumah...bikin malu aja," ujar orang tua nya di pesan whatsapp.
Orang tuanya menegaskan, "Take down sekarang jugaaaaa". Ancaman ini memaksa korban untuk mempertimbangkan penghapusan utas demi keselamatan dan ketenangan keluarganya yang terus diteror melalui panggilan telepon.
Reaksi Keras Warganet Menuntut Keadilan
Mencuatnya Kasus viral Twitter pelecehan ini langsung menuai kecaman keras dari berbagai pihak di platform X.
Publik menyoroti status pendidikan pelaku yang dinilai tidak sejalan dengan etika moral.
"Intelektual tanpa moralitas hanya akan menghasilkan predator yang berbahaya bagi lingkungan sosial. Melakukan pelecehan dalam ruang tertutup adalah bukti nyata dari mentalitas yang pengecut," tulis Akun @im_sama0P.
Selain itu, warganet juga menyoroti fakta bahwa korban laki-laki seringkali diabaikan dalam isu pelecehan.