BACAKORAN.CO - Megawati Hangestri tampil sebagai pembeda di laga Grand Final Proliga 2026. Dia mampu mengubah jalannya pertandingan saat Jakarta Pertamina Enduro (JPE) mengalahkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di GOR Amongrogo Yogyakarta, Sabtu (25/4).
Kontribusi maksimal Megawati Hangestri membuat JPE menang 3-0 (25-19, 25-23, 25-21). Ini adalah kemenangan kedua mereka atas tim asal Kota Pudak tersebut di Grand Final.
Berkat dua kemenangan di Grand Final ini, JPE berhak menjadi juara di Proliga 2026. Catatan ini antarkan mereka back to back juara Proliga setelah musim lalu juga keluar sebagai yang terbaik.
Dengan gelar juara ini, JPE akan menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp 400 juta serta piala. Sedangkan Phonska sebagai runner-up menerima Rp 250 juta plus piala.
Ini merupakan gelar keempat kali yang diraih JPE sejak keikutsertaan 2013. Yakni 2014, 2018, 2024, dan 2026.
BACA JUGA:LavAni Buka Jalur Juara Proliga 2026, Juara Bertahan Dibuat Tak Berkutik!
Sedangkan bagi Gresik Phonska Plus, sejak mengikuti Proliga dari awal (2002) belum sekalipun meraih tropi juara.
Pelatih JPE Bullent Karsioglu mengatakan kunci kemenangan di pertandingan ini adalah sabar. Dia tekankan ini kepada tim sejak awal.
"Seperti saya sampaikan, kami selalu bermain sabar, dan hasilnya kita tahu semua, kita juara hari ini," kata Bullent.
Pemain JPE merayakan kesuksesannya juara Proliga 2026-PBVSI-
"Jika kami diberi kesempatan oleh federasi, Pertamina siap mewakili Indonesia di kancah internasional. Karena di tim ini banyak pemain potensial," tukas Bullent Karsioglu.
Sebagai salah satu pemain kunci, Megawati Hangestri mengaku bersyukur atas kemenangan ini. Kemenangan yang antarkan JPE keluar sebagai juara.
"Yang saya syukuri selain kemenangan hari ini, teman-teman bermain sangat bagus," kata Megawati.
Pada pertandingan ini, JPE langsung menurunkan kekuatan penuh mereka. Dream team yang diisi oleh Megawati Hangestri, Irina Voronkova, Wilma Salas, Tisya Amallya, Rissa Mega, dan Nurlaili tampil menekan sejak servis pertama dilakukan.