BACAKORAN.CO – Kasus pelecehan seksual di klinik Universitas Riau (UNRI) kini menjadi perbincangan hangat setelah unggahan di platform X viral dalam waktu singkat.
Tuduhan tersebut menyasar dokter dengan inisial L.H yang bertugas di klinik kampus dan diduga melakukan pelecehan fisik terhadap puluhan mahasiswi serta bahkan seorang dosen.
Informasi ini bersumber langsung dari unggahan akun X @mymeowldy pada Sabtu, 25 April 2026 pukul 17.45 WIB.
Akun tersebut menuliskan, “guys ada kasus pelecehan seksual di unri, korbannya udh puluhan mahasiswi+bahkan ada dosen juga dan semuanya pelecehan fisik. inisial l.h, dokter klinik di unri udh banyak bgtt yg speakup di ig, gila bgt”.
Dua foto yang menyertai unggahan berasal dari akun Instagram sudut_fkip dan mahasiswa.unri yang memuat bukti visual serta testimoni korban.
GUYS ADA KASUS PELECEHAN SEKSUAL DI UNRI, KORBANNYA UDH PULUHAN MAHASISWI+BAHKAN ADA DOSEN JUGA DAN SEMUANYA PELECEHAN FISIK. INISIAL L.H, DOKTER KLINIK DI UNRI
— ₍ᐢ. ̫.ᐢ₎ melody (@mymeowldy) April 25, 2026
UDH BANYAK BGTT YG SPEAKUP DI IG, GILA BGT pic.twitter.com/TeglpHf0Vz
Menurut unggahan yang sama, banyak korban telah speak up di Instagram sehingga kasus ini semakin mendapat perhatian publik.
Salah satu gambar yang dibagikan menampilkan foto dokter dengan label “dokter cabul” beserta keterangan bahwa foto tersebut bukan doxing melainkan bukti dari korban dan publikasi klinik UNRI sendiri.
Gambar kedua menampilkan tangkapan layar pesan korban yang menceritakan pengalaman diperiksa dengan stetoskop namun merasa sentuhan dokter melewati batas area yang semestinya.
DOKTER CABUL DI KLINIK UNRI! BANTU VIRALKAN!! pic.twitter.com/l38IlxcMFq
— ceng²⁶ (@cmongoonjstdoit) April 26, 2026
Kasus pelecehan seksual di UNRI ini menambah daftar panjang isu serupa di lingkungan perguruan tinggi.
Dari data yang beredar, pelecehan yang dilaporkan bersifat fisik dan terjadi saat pemeriksaan kesehatan di klinik kampus.
Kejadian ini pun memicu reaksi keras dari netizen yang menyerukan agar pelaku segera diproses hukum agar memberikan efek jera.
Beberapa netizen mengetahui langsung murka dan ikut meramaikan dengan berbagai cuitan:
"Banyak kasus pelecehan tapi korban ngga berani speak up, setelah kasus FHUI satu per satu mulai muncul," tulis @kimbrleas.