bacakoran.co

Heboh! Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha Jogja Terungkap, Backing Hakim dan Dosen UGM

Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha Jogja viral libatkan hakim PN Tais dan dosen UGM--Twitter

BACAKORAN.CO – Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha Jogja kini menjadi sorotan luas setelah menyebar cepat di media sosial.

Kasus daycare Little Aresha Jogja mengejutkan karena anak-anak yang seharusnya aman justru mengalami perlakuan buruk seperti diikat, diseret, dipukul, hingga mengalami keterlambatan bicara dan trauma.

Informasi lengkap tentang penganiayaan anak daycare Little Aresha Jogja bersumber langsung dari postingan di platform X oleh akun @liogtttscrp pada Sabtu 25 April 2026.

Postingan utama tersebut telah mencapai 167.651 tayangan, sementara postingan yang dikutip mencapai 924.076 tayangan.

BACA JUGA:Iblis Sungkem! Kakinya Diikat, Belasan Balita Jadi Korban Kebiadaban Daycare Little Aresha Jogja,

Gambar yang disertakan dalam postingan tersebut menampilkan struktur organisasi resmi Little Aresha serta profil hakim terkait, yang memperkuat fakta koneksi yayasan.

Menurut data yang diunggah, ketua dewan pembina yayasan adalah Rafid Ihsan Lubis yang menjabat hakim di Pengadilan Negeri Tais Bengkulu.

Penasihat yayasan dipegang oleh Dr. Cahyaningrum Dewojati yang merupakan dosen di Universitas Gadjah Mada.

Sekretaris yayasan adalah Wong Nga Liem yang tengah menempuh studi LPDP di Australia sekaligus menantu pegawai MPR RI.

Sementara dokter yayasan adalah dr. Ferayanti Widyaningsih yang berpraktik di sekitar Jogja.

BACA JUGA:Duka Mendalam TNI, Praka Rico Pramudia Jadi Korban Keempat Serangan Brutal di Lebanon

Ketua yayasan sendiri adalah Diyah Kusumastuti, dengan kepala sekolah Anita Palupy Indahsari.

Kasus penganiayaan anak daycare Little Aresha Jogja ini terungkap dari ulasan orang tua di Google Maps yang menyebutkan anak mereka mengalami siksaan berulang.

Banyak ulasan menyoroti trauma yang dialami anak, termasuk speech delay akibat perlakuan yang tidak manusiawi.

Kakinya Diikat, Belasan Balita Jadi Korban Kebiadaban Daycare Little Aresha Jogja

Heboh! Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha Jogja Terungkap, Backing Hakim dan Dosen UGM

Gusti

Eko


bacakoran.co – dugaan penganiayaan anak di kini menjadi sorotan luas setelah menyebar cepat di media sosial.

kasus daycare little aresha jogja mengejutkan karena anak-anak yang seharusnya aman justru mengalami perlakuan buruk seperti diikat, diseret, dipukul, hingga mengalami keterlambatan bicara dan trauma.

informasi lengkap tentang penganiayaan anak daycare little aresha jogja bersumber langsung dari postingan di platform x oleh akun @liogtttscrp pada sabtu 25 april 2026.

postingan utama tersebut telah mencapai 167.651 tayangan, sementara postingan yang dikutip mencapai 924.076 tayangan.

gambar yang disertakan dalam postingan tersebut menampilkan struktur organisasi resmi little aresha serta profil hakim terkait, yang memperkuat fakta koneksi yayasan.

menurut data yang diunggah, ketua dewan pembina yayasan adalah rafid ihsan lubis yang menjabat hakim di pengadilan negeri tais bengkulu.

penasihat yayasan dipegang oleh dr. cahyaningrum dewojati yang merupakan dosen di universitas gadjah mada.

sekretaris yayasan adalah wong nga liem yang tengah menempuh studi lpdp di australia sekaligus menantu pegawai mpr ri.

sementara dokter yayasan adalah dr. ferayanti widyaningsih yang berpraktik di sekitar jogja.

ketua yayasan sendiri adalah diyah kusumastuti, dengan kepala sekolah anita palupy indahsari.

kasus penganiayaan anak daycare little aresha jogja ini terungkap dari ulasan orang tua di google maps yang menyebutkan anak mereka mengalami siksaan berulang.

banyak ulasan menyoroti trauma yang dialami anak, termasuk speech delay akibat perlakuan yang tidak manusiawi.

kakinya diikat, belasan balita jadi korban kebiadaban daycare little aresha jogja

fakta-fakta mengerikan daycare little aresha  membuat para orang tua korban syok dan tak percaya atas yang mereka dapati terhadap anak anak balita yang dititipkan di tempat ini. 

penggerebekan dilakukan polresta yogyakarta pada jumat (24/4/2026), menyusul laporan adanya dugaan penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan di tempat tersebut.

dari video dan poto yang beredar di media sosial, nampak banyak balita yang dititipkan orang tua di daycare little aresha ini mengalami kekerasan fisik.

diantaranya yakni balita ini sengaja diikat oleh para karyawan daycare little aresha dengan menggunakan kain agar tidak bisa bergerak aktif.

pengakuan orang tua lainnya juga menyebut anaknya mendapat kekerasan fisik berupa bekas cubitan hingga kulitnya membiru. 

salah satu orang tua, khairunisa, mengatakan anaknya yang berusia 1,5 tahun mengalami kekerasan. tangannya diikat dan dibedong, bahkan hanya dipakaikan pampers.

menurutnya, selama ini ia selalu membekali anaknya dengan makanan. namun, setiap pulang ke rumah, anaknya kelaparan dan ketakutan. ia menuding makanan tersebut dimakan oleh pengasuh di day care itu.

sejak masuk day care tersebut, lanjut khairunisa, sang anak punya kebiasaan baru, yakni tidak mau tidur di kasur. bahkan, anaknya mengalami batuk-batuk.

orang tua korban lain yakni norman windarto, 41, mengaku baru mengetahui kondisi sebenarnya setelah melihat bukti video yang beredar.

“kami kaget sekali. dari video yang kami lihat, anak-anak di bawah 3 tahun diikat tangan dan kakinya, tidak memakai baju, hanya pakai popok,” ujarnya saat di kantor polisi, sabtu (25/4/2026).

norman juga menemukan luka pada tubuh anaknya yang mirip dengan korban lain. luka tersebut sebelumnya disebut pihak daycare sudah ada sejak dari rumah. ia pun membantah klaim tersebut.

“setiap pagi saya mandikan anak saya, tidak ada luka. tapi setelah dari daycare, tiba-tiba ada laporan luka. itu yang membuat kami curiga,” ungkapnya.

kecurigaan serupa juga dirasakan orang tua lainnya, gusti adi. ia mengaku tak pernah mendapat cerita mencurigakan dari anaknya hingga kasus ini viral.

“selama ini anak cuma cerita hal-hal menyenangkan seperti menggambar. kami tidak menyangka, karena pengurusnya terlihat ramah,” katanya.

namun belakangan, ia mulai mengaitkan perilaku anaknya yang sempat bermain “ikat tangan, ikat kaki” dengan dugaan kekerasan di daycare tersebut.

“dulu saya pikir cuma permainan anak-anak. tapi setelah lihat kasus ini, jadi bertanya-tanya,” ujarnya.

gusti juga mengungkapkan anaknya yang lebih besar mengalami gangguan seperti masih mengompol di usia delapan tahun. hasil konsultasi dengan psikolog mengarah pada kemungkinan trauma.

“psikolog bilang bisa karena mengalami atau menyaksikan kekerasan. tapi anak belum bisa cerita dengan jelas,” katanya.

penggerebekan & fakta mengerikan di lokasi

dalam penggerebekan tersebut, belasan orang diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

kasat reskrim polresta jogja, kompol riski adrian, membenarkan penindakan tersebut. “benar, kami melakukan penindakan terhadap daycare di wilayah sorosutan,” ujarnya.

polisi menduga terjadi perlakuan tidak layak terhadap anak, mulai dari penelantaran hingga kekerasan.

“diduga kuat anak diperlakukan secara salah, bahkan masuk kategori penelantaran dan kekerasan,” tegasnya.

daycare yang diketahui bernama little aresha kini telah dipasangi garis polisi.

lokasinya berada di jalan pakel baru utara, tak jauh dari sd muhammadiyah pakel jogjakarta.

Tag
Share