Hal ini membuat tiga partai awal didominasi sektor tunggal, yang secara peringkat dunia maupun rekor pertemuan relatif berimbang dengan pemain Indonesia.
Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk mencuri poin, salah satunya melalui tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting. Namun dalam pertandingan tersebut, Ginting mengalami kendala fisik di penghujung game ketiga setelah sempat terjatuh dan mengalami kram.
BACA JUGA:2 Ganda Campuran Lolos Babak 16 Besar Badminton Asia Championship 2026
Kondisi tersebut berdampak pada pergerakan yang tidak lagi optimal serta menurunnya akurasi pukulan, sehingga peluang untuk mengamankan poin tidak dapat dimaksimalkan.
Ginting akhirnya harus mengakui keunggulan Toma Junior Popov dengan skor tipis 20-22 di game penentuan.
Anthony Ginting menyerah kepada Toma Junior Popov 22-20, 15-21, 20-22 usai alami masalah dengan kakinya akibat kram.-PBSI-
Pada partai keempat, yang menjadi salah satu penentu peluang Indonesia untuk memperpanjang asa lolos ke perempat final, pasangan Sabar/Reza diharapkan mampu menyumbangkan poin. Terlebih, secara rekor pertemuan mereka unggul 2-0 atas pasangan Eloi Adam/Leo Rossi.
Namun dalam pertandingan tersebut, Sabar/Reza belum mampu menampilkan performa terbaik. Permainan yang kurang lepas serta tekanan dari lawan membuat peluang tersebut tidak berhasil dikonversi menjadi kemenangan.
Satu-satunya poin bagi Indonesia dalam pertandingan melawan Prancis diraih oleh sektor ganda putra melalui pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri. Mereka berhasil mengalahkan Popov bersaudara melalui pertarungan rubber game.
BACA JUGA:Ginting Kalah, Tunggal Putra Habis di Orleans Masters Badminton 2026
Kapten tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian, juga menyampaikan permohonan maaf dan refleksi atas hasil yang diraih tim.
“Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik," ungkapnya.
"Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menatap ke depan. Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan. Kami bertekad akan kembali lebih kuat,” kata Fajar.
Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi PP PBSI dalam melakukan pembinaan dan persiapan ke depan.
Fokus ke depan akan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding, khususnya dalam menghadapi tim-tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang ditunjukkan oleh Prancis.
"PP PBSI mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung yang telah berjuang membawa nama Indonesia di Piala Thomas," tulis PP PBSI.