BACAKORAN.CO – Daehoon akhirnya angkat bicara dan meluapkan kemarahan setelah postingan dari pacar baru mantan istrinya jule memicu trauma lama.
Konten yang menampilkan foto pelukan dengan 3 anak Daehoon tersebut disertai tulisan vulgar yang dianggap sangat melampaui batas kewajaran.
Kejadian ini menjadi sorotan tajam publik lantaran Daehoon selama ini memilih diam dan tidak pernah menjelekkan nama mantan istrinya di media sosial.
Berdasarkan informasi yang beredar luas dari akun platform X Twitter dengan nama pengguna kamarlintang pada Rabu, 29 April 2026, cuitan terkait insiden tersebut telah meraup lebih dari 2,5 juta tayangan.
BACA JUGA:Pria Dengan Pedang Panjang Bacok Kepala Duda Hingga Tewas, Disaksikan Sejumlah Warga
Postingan itu memperlihatkan tangkapan layar dari akun Instagram Safrie, kekasih Jule, yang membuat lelucon sangat tidak pantas.
Dalam foto tersebut, Safrie terlihat memeluk anak-anak Daehoon yang sedang tertidur dengan keterangan, "Keliatan kan lebih happy sama siapa sumpah jokes. beres nidurin anak nya, giliran nidurin emak inijokesterakhirtaunini."
Merespons konten tersebut, Daehoon langsung mengunggah peringatan keras melalui Instagram Story miliknya.
Ia dengan tegas menyebut nama akun mantan istrinya, juliaprt7, dan menuntut pertanggungjawaban moral dari pasangan tersebut.
BACA JUGA:Tangki Penampung Bahan Bakar Meledak, 4 Karyawan Luka Bakar, Sempat Dirawat Satu Tewas
"Jujur, aku sudah menahan sampai tahap ini. Aku TIDAK PERNAH menjelekkan namamu, juliaprt7. Tapi tolong jawab - kalau kamu dan pacarmu masih manusia, apakah tidak ada rasa bersalah sedikit pun?" tulis Daehoon dalam unggahannya.
Lebih lanjut, Daehoon mempertanyakan akal sehat dan empati dari pasangan tersebut karena membawa 3 buah hatinya ke dalam narasi negatif.
"Menghancurkan rumah tangga dengan 3 anak kecil di dalamnya? Apakah menurut kalian menghancurkan hidup 3 anak itu bisa disebut sebagai BERCANDA?" tegasnya.
Sebelumnya, Daehoon juga sempat menanggapi permintaan warganet yang menyuruhnya rujuk, di mana ia menegaskan keengganannya karena hal itu memicu trauma masa lalu terkait perselingkuhan yang menghancurkan keluarganya.