Berteduh di Pondok Kebun saat Hujan, 7 Warga Desa Alai Muara Enim Disambar Petir, 1 Tewas

Jumat 22 May 2026 - 10:00 WIB
Reporter : Doni Bae
Editor : Doni Bae

BACAKORAN.CO -- Beteduh di pondok kebun sawit saat hari hujan, 7 warga Desa Alai, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan disambar petir

Sempat dilarikan ke rumah sakit, salah satu korban kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Korban meninggal diketahui bernama Rena Agustina (35), warga Desa Alai Selatan, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim. Korban kemudian dibawa pulang untuk segera di makamkan.

Sementara 6 korban lainnya yang mengalami luka dan masih menjalani perawatan di RSUD Kota Prabumulih yang jaraknya lebih dekat dari lokasi kejadian yaitu Sunarti (53), Purwanti (43), Fini Famala (30), Opinia (26), Enti Ertika (48), dan Dela Agelia (26).

BACA JUGA:Ngobrol di Teras Rumah Saat Hujan Deras, Sepasang Muda Mudi Disambar Petir, Satu Tewas

BACA JUGA:Siaga! Daftar Daerah Bakal Dihantam Hujan Deras dan Petir Sepekan ke Depan!

Peristiwa nahas itu terjadi Kamis siang 21 Mei 2026 sekira pukul 14.30 WIB di salah satu kebun sawit milik warga di Desa Alai Kecamatan Lembak.

Keterangan yang dihimpun, peristiwa tragis itu bermula ketika hari itu para korban mendapat pekerjaan borongan untuk membersihkan lahan sawit milik salah seorang warga. 

Sejak pagi, para korban menjalani pekerjaannya seperti biasa. Tiba-tiba saja sekitar pukul 14.30 WIB cuaca berubah mendung dan kemudian turun hujan di sertai petir.

Para buruh tani itu kemudian berteduh di sebuah pondok yang berada di area kebun sawit tersebut.  Namun takdir berkata lain, niat menghindari guyuran air hujan dengan berteduh di tempat itu malah petir menyambar tiba-tiba.

BACA JUGA:PSIM Bertekad Akhiri Super League di Posisi 10 Besar, Ini Misi Lawan Arema FC

BACA JUGA:Mata Tetap Tajam di Era Gadget? Ini Deretan Buah Sehat untuk Mata yang Wajib Masuk Menu Harian

Seketika itu juga  para korban langsung terjatuh bergelimpangan di tanah dan diantaranya langsung pingsan. Dalam kondisi lemah, 2 korban yang masih sadar kemudian berusaha meminta pertolongan buruh tani lain yang ada di kebun.

Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian bergegas melakukan evakuasi dan membawa seluruh korban ke RSUD Kota Prabumulih untuk mendapatkan pertolongan medis.  Salah satu korban yaitu  Rena Agustina kemudian dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis.

Sementara 6 korban lainnya masih menjalani penanganan intensif akibat dampak sambaran petir yang menyebabkan tubuh lemas hingga mengalami kram pada bagian kaki.

Pantauan di RSUD Kota Prabumulih, suasana haru terlihat ketika keluarga dan kerabat korban berdatangan untuk menjenguk sekaligus memastikan kondisi para pasien yang masih dirawat.

BACA JUGA:Air Rendaman Bawang Putih Lagi Naik Daun, Benarkah Sebagus Itu untuk Kesehatan?

BACA JUGA:Rakernas KONI 2026 Resmi Dibuka, Wamenpora Taufik Tegaskan Sinergitas Demi Prestasi Olahraga Indonesia

Salah satu keluarga korban bernama Teguh mengatakan dirinya mendapat kabar sekitar pukul 16.30 WIB bahwa keponakannya menjadi korban sambaran petir di Desa Alai. Mendengar informasi tersebut, ia langsung berangkat menuju RSUD Prabumulih.

“Saya dapat kabar kalau keponakan kami disambar petir. Setelah sampai di rumah sakit ternyata bukan satu orang saja, tapi ada tujuh korban. Alhamdulillah kondisi keponakan kami, Fini Famala, mulai agak membaik,” ujarnya.

Kapolsek Lembak Polres Muara Enim, Iptu Yopi Maswan melalui KA SPK Regu C Polsek Lembak Aiptu Andry Juni Putra membenarkan adanya peristiwa sambaran petir tersebut.

Menurutnya, total korban dalam kejadian itu berjumlah tujuh orang dengan satu korban meninggal dunia. Korban meninggal telah dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan.

BACA JUGA:Arema FC Kapok Kebobolan Usai Dibobol Pemain PSBS, Ini Pesan Pelatihnya Jelang Lawan PSIM

BACA JUGA:Dewa United Bertekad Kunci Posisi Empat Besar Super League

“Sekitar pukul 14.30 WIB saat sedang bekerja membersihkan kebun sawit, hujan turun dan mereka berteduh. Pondok tempat mereka berteduh itu belum memiliki atap yang layak,” jelasnya saat ditemui di RSUD Prabumulih.

Ia menambahkan, beberapa saat setelah para korban berteduh, petir langsung menyambar pondok tersebut. Dua korban yang masih mampu bergerak kemudian berlari meminta pertolongan warga sekitar. 

“Salah satu korban diduga sudah tidak bernyawa saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sedangkan 6 korban lainnya masih bisa diajak berkomunikasi meski mengalami kram dan trauma akibat sambaran petir,” urainya.

Kategori :