BACAKORAN.CO -- Hujan deras yang terjadi sejak Rabu (20/5) malam hingga Kamis (21/5) di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan telah mengakibatkan bencana banjir.
Salah satu sungai terbesar di Kabupaten tersebut yaitu Sungai Lintang Kanan meluap dan menganyutkan sejumlah fasilitas umumm seperti jembatan gantung di Peraduan dan fasilitas tempat wisata, Kamis 21 Mei 2026.
Bupati Empat Lawang Dr H Joncik Muhammad langsung mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajaran terkait untuk menetapkan status siaga penuh terhadap potensi bencana susulan.
"Arus sungai tiba-tiba datang sangat deras dan langsung menghantam badan jembatan. Tidak lama setelah itu, jembatan langsung roboh dan terseret air," ujar salah satu warga setempat.
BACA JUGA:Hujan Deras, Ratusan Hektare Sawah di Kabupaten OKU Timur Terendam Banjir
BACA JUGA:Jembatan Penghubung Dua Desa di OKU Selatan Putus Diterjang Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh
Putusnya jembatan ini menjadi pukulan berat bagi perekonomian lokal, mengingat jalur tersebut merupakan akses utama warga Kecamatan Lintang Kanan menuju area perkebunan mereka. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Tak hanya infrastruktur jalan, sektor pariwisata juga terdampak hebat. Objek wisata andalan, Air Lintang Indah yang berlokasi di Desa Muara Danau dilaporkan rusak parah akibat diterjang luapan air sungai.
Banyak fasilitas wisata yang porak poranda tersapu banjir, menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi mengonfirmasi bahwa seluruh personel kini dalam posisi standby penuh di lapangan.
BACA JUGA:Ingat Pesan Marc Klok Ini Jika Persib Mau Hat-trick Juara Super League
Koordinasi intensif antara posko desa, pihak kecamatan, hingga tingkat kabupaten terus dipantau selama 24 jam. "Kami sudah standby dengan semua peralatan evakuasi dan logistik yang diperlukan, sesuai dengan arahan langsung Bapak Bupati melalui telepon," tegas Kepala BPBD.
Warga yang tinggal di lereng perbukitan diminta peka dan waspada terhadap tanda-tanda awal tanah longsor. Orang tua diimbau ketat menjaga anak-anak mereka agar tidak bermain atau beraktivitas di dekat sungai.
Masyarakat diminta menjauhi bantaran sungai karena debit air masih tinggi dan arus sangat deras.
Pemerintah daerah meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada, serta segera melapor ke posko bencana atau pemerintah setempat jika mendapati situasi darurat yang membutuhkan evakuasi cepat.