bacakoran.co

Hujan Deras, Ratusan Hektare Sawah di Kabupaten OKU Timur Terendam Banjir

Ratusan hektare sawah di OKU Timur terendam banjir. (foto : kholid/sumeks)--

BACAKORAN.CO -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sejak Rabu malam 20 Mei 2026 hingga Kamis dini hari menyembabkan banjir.

Air meluap hingga ke  permukiman warga, jalan umum dan merendam ratusan hektare sawah yang tersebar di beberapa desa.

Luapan air diantaranya terjadi di kawasan Jaya Rahayu, Jalan Jati Rahayu Timur, Kampung Sawah hingga Desa Perjaya Barat, Kecamatan Martapura.  Ketinggian air di sejumlah titik hingga betis orang dewasa.

Selain menggenangi lingkungan rumah warga, banjir juga merendam lahan pertanian. Di Dusun V Desa Perjaya Barat, hamparan sawah yang baru selesai ditanami berubah menjadi genangan air akibat tingginya curah hujan.

BACA JUGA:Jembatan Penghubung Dua Desa di OKU Selatan Putus Diterjang Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh

BACA JUGA:Banjir Orderan! Panduan Optimasi SEO Shopee 2026, Trik Ampuh Datangkan Pembeli Tanpa Bakar Uang Promo

Kondisi serupa terjadi di wilayah Bukit Napuh, Kelurahan Bukit Sari, Kecamatan Martapura. Air meluap hingga menutupi area persawahan milik warga.

Jodi, warga Bukit Napuh, mengatakan banjir diperkirakan merendam ratusan hektare sawah masyarakat. Menurutnya, derasnya hujan membuat sungai kecil dan sodetan tidak mampu menampung debit air. “Karena hujan cukup lama, sungai kecil dan sodetan meluap hingga masuk ke area persawahan,” katanya.

Warga kini khawatir genangan yang terlalu lama akan berdampak pada tanaman padi yang baru memasuki masa pertumbuhan.

Sementara itu, warga Desa Perjaya Barat juga sempat dibuat cemas setelah air masuk ke lingkungan rumah pada pagi hari. Ali, salah seorang warga, mengaku masyarakat mulai mengamankan barang-barang yang berada di bagian bawah rumah sebagai langkah antisipasi.

BACA JUGA:Aneh! AKBP Basuki Tersangka Kematian Dosen Untag Lari Terbirit-birit Hindari Wartawan Usai Divonis 6 Tahun

BACA JUGA:Ironi Kebijakan Penataan Pasar: 150 Karyawan Ritel di Lombok Tengah Kehilangan Pekerjaan: Makin Sulit...

“Pagi tadi air memang sempat masuk ke sekitar rumah. Kami khawatir kalau hujan deras kembali turun karena bisa membuat genangan semakin tinggi,” katanya.

Meski demikian, ia bersyukur kondisi air mulai berangsur surut pada siang hari. Namun warga tetap waspada mengingat cuaca masih berpotensi hujan.

Di kawasan Jalan Jati Rahayu Timur, warga menyebut genangan sempat menutup akses lingkungan permukiman sebelum perlahan surut beberapa jam kemudian.

“Tadi pagi sempat tergenang, sekarang air sudah mulai turun. Tinggal sekitar lima sampai sepuluh sentimeter,” ungkap Fernando, warga Jati Rahayu.

BACA JUGA:Hajar Wakil Tuan Rumah, Ginting Pastikan Diri ke Babak 16 Besar Malaysia Masters 2026

BACA JUGA:Bikin Kopdes Kewalahan, Ternyata ini Mengapa KDMP Mustahil Tiru Strategi Alfamart dan Indomaret

Berbeda dengan wilayah lain, kawasan Kampung Sawah dilaporkan masih dalam kondisi aman dan tidak mengalami dampak signifikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten OKU Timur, Bambang Irawan, membenarkan adanya genangan di sejumlah wilayah di Kecamatan Martapura. Pihaknya saat ini masih melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan.

“Dari hasil pantauan memang terjadi banjir, tetapi genangan masih berada di area pertanian dan pekarangan rumah, belum masuk ke dalam rumah warga,” katanya.

Ia memastikan kondisi Sungai Komering hingga kini masih normal dan belum mengalami kenaikan debit air secara signifikan. “Untuk Sungai Komering masih aman dan belum ada luapan besar,” jelasnya.

BACA JUGA:Dengar Jeritan Minta Tolong, Anggota Polres Pesisir Barat Terjun ke Sungai Selamatkan Balita Hanyut

BACA JUGA:Sering Makan Daging Kambing Bikin Hipertensi? Ternyata Ini Fakta Medisnya



Senada disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Timur, Budi Widiyanto. Menurutnya, genangan dipicu tingginya intensitas hujan yang berlangsung sejak malam hingga pagi hari.

“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan genangan di beberapa titik. Namun berdasarkan pemantauan sementara, kondisi air sudah mulai surut,” ujarnya.

BPBD juga masih melakukan pengecekan di Desa Perjaya Barat guna memastikan dampak banjir serta kondisi terkini di lapangan.

“Kami terus melakukan pemantauan karena potensi hujan masih bisa terjadi. Masyarakat di daerah rawan genangan diminta tetap waspada dan segera melapor jika debit air kembali meningkat,” tegasnya.

Hingga Kamis siang, belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat banjir tersebut. Namun BPBD memastikan pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila curah hujan kembali meningkat.

Hujan Deras, Ratusan Hektare Sawah di Kabupaten OKU Timur Terendam Banjir

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co -- yang mengguyur wilayahr sejak rabu malam 20 mei 2026 hingga kamis dini hari menyembabkan banjir.

air meluap hingga ke  permukiman warga, jalan umum dan merendam yang tersebar di beberapa desa.

luapan air diantaranya terjadi di kawasan jaya rahayu, jalan jati rahayu timur, kampung sawah hingga desa perjaya barat, kecamatan martapura.  ketinggian air di sejumlah titik hingga betis orang dewasa.

selain menggenangi lingkungan rumah warga, banjir juga merendam lahan pertanian. di dusun v desa perjaya barat, hamparan sawah yang baru selesai ditanami berubah menjadi genangan air akibat tingginya curah hujan.



kondisi serupa terjadi di wilayah bukit napuh, kelurahan bukit sari, kecamatan martapura. air meluap hingga menutupi area persawahan milik warga.

jodi, warga bukit napuh, mengatakan banjir diperkirakan merendam ratusan hektare sawah masyarakat. menurutnya, derasnya hujan membuat sungai kecil dan sodetan tidak mampu menampung debit air. “karena hujan cukup lama, sungai kecil dan sodetan meluap hingga masuk ke area persawahan,” katanya.

warga kini khawatir genangan yang terlalu lama akan berdampak pada tanaman padi yang baru memasuki masa pertumbuhan.

sementara itu, warga desa perjaya barat juga sempat dibuat cemas setelah air masuk ke lingkungan rumah pada pagi hari. ali, salah seorang warga, mengaku masyarakat mulai mengamankan barang-barang yang berada di bagian bawah rumah sebagai langkah antisipasi.



“pagi tadi air memang sempat masuk ke sekitar rumah. kami khawatir kalau hujan deras kembali turun karena bisa membuat genangan semakin tinggi,” katanya.

meski demikian, ia bersyukur kondisi air mulai berangsur surut pada siang hari. namun warga tetap waspada mengingat cuaca masih berpotensi hujan.

di kawasan jalan jati rahayu timur, warga menyebut genangan sempat menutup akses lingkungan permukiman sebelum perlahan surut beberapa jam kemudian.

“tadi pagi sempat tergenang, sekarang air sudah mulai turun. tinggal sekitar lima sampai sepuluh sentimeter,” ungkap fernando, warga jati rahayu.



berbeda dengan wilayah lain, kawasan kampung sawah dilaporkan masih dalam kondisi aman dan tidak mengalami dampak signifikan.

pelaksana tugas (plt) kepala pelaksana bpbd kabupaten oku timur, bambang irawan, membenarkan adanya genangan di sejumlah wilayah di kecamatan martapura. pihaknya saat ini masih melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan.

“dari hasil pantauan memang terjadi banjir, tetapi genangan masih berada di area pertanian dan pekarangan rumah, belum masuk ke dalam rumah warga,” katanya.

ia memastikan kondisi sungai komering hingga kini masih normal dan belum mengalami kenaikan debit air secara signifikan. “untuk sungai komering masih aman dan belum ada luapan besar,” jelasnya.



senada disampaikan kepala bidang kedaruratan dan logistik bpbd oku timur, budi widiyanto. menurutnya, genangan dipicu tingginya intensitas hujan yang berlangsung sejak malam hingga pagi hari.

“hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan genangan di beberapa titik. namun berdasarkan pemantauan sementara, kondisi air sudah mulai surut,” ujarnya.

bpbd juga masih melakukan pengecekan di desa perjaya barat guna memastikan dampak banjir serta kondisi terkini di lapangan.

“kami terus melakukan pemantauan karena potensi hujan masih bisa terjadi. masyarakat di daerah rawan genangan diminta tetap waspada dan segera melapor jika debit air kembali meningkat,” tegasnya.

hingga kamis siang, belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat banjir tersebut. namun bpbd memastikan pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila curah hujan kembali meningkat.

Tag
Share