BACAKORAN.CO – Siapa sosok akun na_azhri yang komentari konvoi bobotoh hingga mengaku sebagai mahasiswa Fisika Institut Teknologi Bandung angkatan 2025 dan melontarkan hinaan kepada warga Bandung.
Kasus ini memanas lantaran akun tersebut melabeli tradisi konvoi kendaraan di Bandung sebagai kultur masyarakat kelas bawah, yang seketika memicu kemarahan luas dari para pengguna internet.
Menanggapi situasi yang semakin liar, pihak kampus melalui perwakilan mahasiswa segera merilis pernyataan resmi untuk meluruskan fakta dan menegaskan bahwa pengguna akun itu memakai identitas palsu.
Peristiwa ini pertama kali mencuat dan menjadi sorotan publik melalui tangkapan layar yang beredar luas di platform media sosial X.
Berdasarkan unggahan dari salah satu pengguna anonim pada tanggal 25 Mei 2026 yang telah menembus 18.000 tayangan, terungkap sebuah komentar bernada merendahkan dari akun Threads na_azhri.
Akun yang secara berani menuliskan profil "fisika itb 2025" tersebut mengomentari keriuhan konvoi jalanan.
"Lebih tepatnya kultur orang miskin, kelas menengah ke bawah di bandung. Tuh lihat sampe tengah malam konvoi. Orang bener mah tidur, besok kerja," tulis akun na_azhri dalam komentarnya.
Merespons kegaduhan yang berpotensi merusak citra institusi, perwakilan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam angkatan 2025 langsung mengambil langkah tegas.
Melalui akun resmi X fmipaitb25, sebuah rilis pers diterbitkan pada 24 Mei 2026.
Dalam dokumen klarifikasi tersebut, diungkapkan hasil penelusuran pangkalan data akademik kampus dan PDDikti yang membuktikan bahwa akun itu bodong.
"Identitas yang tertera pada akun Instagram na_azhri dan akun Threads na_azhri BUKAN merupakan mahasiswa FMIPA ITB maupun mahasiswa Program Studi Fisika ITB angkatan 2025," tegas rilis resmi tersebut.
Pihak fakultas juga mengecam keras tindakan pencatutan nama institusi untuk tujuan provokasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih jauh, eskalasi kasus ini rupanya telah masuk ke meja pimpinan kampus.