BACA JUGA:Kontroversi ITB vs Bobotoh: 3 Seleb ITB Didesak Angkat Suara soal Rasisme Sunda
Kronologi cuitan Nayla Khansa Adreby Putri
Kasus ini bermula pada 26 Mei 2026 ketika cuitan Nayla Khansa Adreby Putri menuai kontroversi besar di media sosial X.
Utas cuitannya dianggap mengandung ujaran kebencian (hate speech) terhadap kelompok bobotoh (suporter Persib Bandung).
Beberapa akun pengguna kemudian menyebarkan screenshot cuitan Nayla, yang memicu reaksi keras dari netizen.
Dalam hitungan jam, isu ini menjadi trending dan mendapat sorotan luas di kalangan mahasiswa ITB serta komunitas suporter.
Pada 27 Mei 2026, HMPG ITB mengeluarkan press release resmi yang menyatakan bahwa Nayla Khansa dinilai melanggar AD/ART organisasi karena tidak menjaga nama baik HMPG ITB.
Sanksi diberikan berupa:
1. Penonaktifan sebagai Senator HMPG ITB hingga waktu yang tidak ditentukan.
2. Memasuki masa evaluasi dari DPA HMPG ITB.
HMPG ITB menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah menilai Nayla Khansa Adreby Putri selaku Ketua Badan Senator tidak menjaga nama baik organisasi sesuai dengan AD/ART HMPG ITB.
Sanksi yang diberlakukan berupa penonaktifan sebagai Senator hingga waktu yang belum ditentukan dan memasuki masa evaluasi dari DPA HMPG ITB.
BACA JUGA:Mahasiswi ITB Ditangkap Karena Meme Prabowo-Jokowi, Kemendiktisaintek Beri Pendampingan Hukum
Klarifikasi dari Nayla Khansa Adreby PutriMelalui
pernyataan tertulisnya, Nayla Khansa Adreby Putri menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendukung Persib.
“Saya Nayla Khansa Adreby Putri selaku pemilik akun twitter dengan username @nelaknpy ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendukung Persib atas cuitan saya sebelumnya. Saya menyesali kesalahan saya yang telah menggunakan kata-kata yang kasar, tidak pantas, serta melakukan generalisasi yang telah menyakiti banyak pihak,” tulisnya.
Ia juga mengakui bahwa saat itu dirinya sedang dibawa emosi sehingga tidak berpikir jernih, serta berjanji menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran untuk lebih bijak di masa depan.
Nayla memohon maaf kepada semua pihak yang merasa tersakiti dan meminta agar tidak menyebarkan informasi pribadi atau memberikan ancaman.