BACAKORAN.CO - Emil Audero keluar sebagai man of the match dalam pertandingan uji coba Timnas Indonesia melawan Oman. Predikat itu layak disematkan kepada Kiper Timnas Indonesia tersebut karena sukses menjalankan tugas dengan baik.
Emil Audero tampil konsisten sepanjang pertandingan. Dia menjadi tokoh protagonis dalam kemenangan Indonesia kalahkan Oman dengan kedudukan 3-0 di SUGBK Senayan, Jumat malam (5/6).
Dalam pertandingan itu, Emil melakukan penyelamatan gemilang. Dia menggagalkan penalti pemain Oman, Hatem Sultan Alrushad menit ke-38.
Oman mendapatkan penalti usai Justin Hubner melakukan kesalahan kepada winger Oman Amjad Abdullah Alharthi di kotak 16.
Sleding tekelnya mengakibatkan Amjad tersungkur dan wasit menghukum Indonesia dengan tendangan penalti. Ekskusi yang diambil Hatem sukses dimentahkan Emil usai menepis bola yang datang ke sisi kiri. Kejadian ini tersaji saat Indonesia unggul 2-0.
BACA JUGA:John Herdman Beberkan Misi Bersama Timnas Indonesia, Yang Komit Lanjut!
"Tentang penyelamatan itu, bagi saya adalah penting untuk berada di dalam seperti dalam permainan, fokus pada permainan. Saya berusaha mempertahankan fokus yang sama sepanjang pertandingan," terang Emil.
Emil mengaku butuh menjaga fokus sepanjang pertandingan karena memang cuaca di dalam stadion tidak bersahabat baginya. Dia merasa cuacanya sangat panas.
Timnas Indonesia menang 3-0 atas Oman dalam uji coba di SUGBK Senayan-PSSI-
"Dengan cuaca panas ini, sungguh sulit. Bahkan jika saya seorang penjaga gawang, pada akhirnya, saya benar-benar lelah. Itu berarti cuaca seperti ini sangat sulit bagi semua orang untuk bermain di sini, tetapi pada saat yang sama, saya pikir, seperti yang saya katakan sebelumnya, kerja bagus malam ini," terang Emil yang mantan kiper Palermo ini.
Emil mengaku sangat senang usai Timnas Indonesia memastikan kemenangan atas Oman dengan keunggulan 3-0.
Kemenangan ini menjadi wujud nyata usaha keras yang dilakukan selama training camp.
BACA JUGA:John Herdman Beberkan Misi Bersama Timnas Indonesia, Yang Komit Lanjut!
"Selalu ada perasaan yang baik setelah menang, jadi penting bagi kami untuk terus melakukan apa yang telah kami mulai di kamp terakhir pada bulan Maret. Jadi saya pikir itu penting untuk terus melakukan apa yang telah kami mulai," jelasnya.
Emil menyebut, kemenangan ini layak dirayakan. Namun juga tidak sampai lupa diri.