Menurut Luci, sektor receive, blok, serta penyelesaian akhir serangan masih perlu mendapat perhatian serius.
Selain itu, servis yang kurang menekan membuat Kazakstan relatif mudah mengembangkan pola permainan.
“Ya walau hasil poin yang kita dapat juga banyak dari kesalahan lawan, begitu pula sebaliknya, kita juga banyak eror. Receive hari ini tidak baik. Servis tidak agresif sehingga lawan mudah menyerang,” katanya.
Banyaknya kesalahan sendiri turut memengaruhi performa Indonesia sepanjang pertandingan. Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Kazakstan untuk mendominasi jalannya laga dan mengontrol perolehan poin.
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri tren positif timnas voli putri Indonesia yang sebelumnya membuka turnamen dengan kemenangan 3-1 atas Iran pada laga perdana Grup B.
Meski gagal meraih hasil maksimal, peluang Indonesia untuk melangkah lebih jauh di AVC Cup 2026 masih terbuka. Tim Merah Putih kini dituntut segera berbenah dan meningkatkan kualitas permainan agar dapat kembali bersaing pada pertandingan berikutnya.