Prabowo Beri Danantara Modal APBN Plus Dividen BUMN, Mengapa Laporan Keuangannya Masih Tertutup?

Selasa 09 Jun 2026 - 14:00 WIB
Reporter : Gusti
Editor : Riza

"kenapa suka banget ciptain lubangan lumpur korupsi sih pak?," tulis @fluffy_fisssh.

"dividen seluruh BUMN, suntikan APBN Rp300 triliun lebih, aset dan barang milik negara,” tulis @curhatzamannowmenyebut.

"Ini blank check yang ditandatangani atas nama rakyat Indonesia,” tulisnya.

“korupsi mbg ketauan, sekarang waktunya geser korupsi ke tempat yang lain," tulis @anisrui.

Karena belum adanya pertanggungjawaban jika mengalami kerugian.

BACA JUGA:Viral! Rekaman Pilot Jet Prabowo Bahas 'Wowo dan Teddy Boti' Meledak: Mereka Berdua...

Beberapa pengguna media sosial lainnya juga mengkhawatirkan kemungkinan kerugian yang pada akhirnya harus ditanggung masyarakat melalui pajak atau menurunnya kinerja BUMN.

Pentingnya Transparansi dan Pengawasan

Dari sisi pengelolaan investasi, model super holding seperti Danantara dinilai memiliki keunggulan dalam mengonsolidasikan dan mengoptimalkan aset-aset strategis nasional.

Struktur tersebut dapat mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi pengelolaan investasi negara.

Namun, tanpa transparansi laporan keuangan yang rutin dan mudah diakses publik, tingkat kepercayaan masyarakat maupun investor asing berpotensi menurun.

BACA JUGA:Viral Driver Gojek Diduga Tipu Penumpang: Tarif Rp58 Ribu Senayan-HI Berubah Jadi Rp400 Ribu

Situasi ini menjadi semakin penting di tengah dinamika pasar keuangan dan fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Karena itu pemerintah diharapkan segera menerbitkan laporan keuangan yang telah diaudit secara independen serta memperkuat mekanisme pengawasan. 

Kategori :