Ada Eks Capres, Ini 3 Gubernur yang Turun Langsung Hadapi Demo, Dialog dengan Massa Tanpa Aparat Bersenjata

Minggu 14 Jun 2026 - 13:00 WIB
Reporter : Septi
Editor : Steve

"Sehingga apabila terjadi kepadatan arus, ini akan memberikan dampak yang luar biasa sampai dengan arteri," ucapnya. 

Respons NetizenVideo ini memicu beragam komentar di X.

 "Buat adik-adik mahasiswa, ingat hari ini, ajak keluarga kamu... di 2029, jangan sampai terkecoh," tulis @SpidolMaroon.

"Miris anjir, itu kenapa pada diem mematung gitu… gada perasaan kah.. yg ibunya bilang mewakilkan semuaa," tulis  @noirzee_.

BACA JUGA:Mendikdasmen Klaim 43 Juta Murid Setuju MBG Dilanjutkan, 80,7 Persen Sudah Terima Manfaat

Banyak yang terharu dengan peran ibu-ibu yang turun langsung mendampingi demonstrasi. 

Mahasiswa Disebut 'Pisang Ambon' Saat Dicegat Polisi, Klaim Tak Ada yang Mendengar Aspirasi di HI

 Mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi dicegat dan didorong mundur oleh aparat kepolisian saat berusaha memasuki Bundaran Semanggi pada Jumat, 12 Juni 2026.

Aparat beralasan demonstrasi mengganggu aktivitas masyarakat dan menyarankan lokasi lain karena tidak ada yang mendengar aspirasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI). 

Video yang diunggah akun X @gitarangita pada Jumat, 12 Juni 2026, menunjukkan kerumunan mahasiswa berbaju kuning berhadapan langsung dengan barisan polisi.

Dalam rekaman terlihat dorongan fisik terjadi di tengah kerumunan, sementara seorang perwira berbaju merah-hitam berinteraksi dekat dengan massa.

BACA JUGA:Dikawal Polisi, KPK Kembali Datang ke Muara Enim, Geledah Sejumlah Ruangan Strategis di Kantor Bupati

Narasi dalam video menyatakan, “kita dicegat. didorong. mereka ga memperbolehkan kita masuk ke Bundaran samsek karena ‘mengganggu aktivitas masyarakat’. Emang kita mahasiswa apaan? Pisang ambon???” 

Dalam video kedua dari akun yang sama, seorang perwira yang disebut AKBP Adri menyampaikan kepada demonstran, “Kalian gabisa demo ke HI karena di sana pusat masyarakat dan di sana gaada yang dengerin, kalo di sini nanti kita usahakan ada perwakilan anggota dpr yang keluar nemuin kalian.”

Mahasiswa menekankan bahwa mereka juga bagian dari masyarakat dan demonstrasi dilakukan untuk menyuarakan berbagai isu publik, termasuk kebijakan ekonomi dan tata kelola pemerintahan.

Keberadaan barikade dan pembatasan akses memicu kritik bahwa ruang publik seperti Bundaran Semanggi dan HI justru seharusnya menjadi tempat sah penyampaian aspirasi.

BACA JUGA:Update, Mahasiswa dan Ojol Turun ke Jalan Gelar Aksi Demo dengan Suarakan 5 Tuntutan Rakyat

Kategori :