Unggahan ini juga menyasar mahasiswa, buruh, dan tani sebagai basis massa aksi. Beberapa netizen memberikan respons beragam.
“Semangat ya teman-teman. Semoga dalam perlindungan tuhan selalu,” tulis @MasmasDapurAja
"PHK marak harga kebutuhan serba tinggi BBM langka trus om disuruh percaya gitu dengan pertumbuhan ekonomi 5,6%, Yang tumbuh itu ekonomi pejabat serta kroni kroninya di MBG dan Kopdes , kalo nasib buruh ,nelayan ojol guru honorer dan sebaginya masih merana, 108 ,4 T defisit malah dianggap biasa? di bagi 280.jt warga =setiap warga negara mengalami kerugian Rp 640.000. Anggaran APBN dari pajak Rakyat," jelas akun @OmJ_J3Nggott.
Aksi ini terjadi di tengah isu ekonomi seperti harga kebutuhan pokok yang tinggi, fluktuasi rupiah, dan kekhawatiran PHK massal di sektor riil.
BACA JUGA:Orasi Santri Tolak Represifitas Polisi dan TNI di Aksi Demo, Netizen: Hidup Mahasiswa, Hidup Santri!
Demonstrasi serupa di masa lalu sering menjadi sorotan karena potensi dampak terhadap lalu lintas dan ketertiban umum di kawasan Sudirman-Thamrin.