Rupiah Masih Tertekan! USD Menguat Dua Hari Beruntun, BI Naikkan Suku Bunga Demi Selamatkan Pasar

Jumat 19 Jun 2026 - 10:49 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

BACAKORAN.CO,PALEMBANG – Pergerakan pasar keuangan global kembali menjadi perhatian setelah Dolar Amerika Serikat (USD) menguat untuk hari kedua berturut-turut. Penguatan Greenback terjadi seiring meningkatnya keyakinan pelaku pasar bahwa bank sentral AS akan mulai menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, bahkan berpotensi dimulai bulan depan.

Di sisi lain, kabar positif datang dari Timur Tengah setelah kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz pun perlahan kembali normal, mengurangi kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global.

Namun, bagi Indonesia, tekanan terhadap Rupiah dan pasar saham masih menjadi tantangan besar di tengah keluarnya dana asing dan meningkatnya sorotan internasional terhadap pasar modal domestik.

BACA JUGA:Investasi Emas vs Saham: Mana Lebih Untung untuk 5 Tahun ke Depan?

USD Makin Perkasa, Pasar Yakin The Fed Akan Hawkish

Dolar AS mendapatkan dukungan kuat dari ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed.

Investor kini mulai memasang taruhan bahwa inflasi AS yang masih tinggi dapat memaksa bank sentral kembali mengetatkan kebijakan moneternya. Jika suku bunga benar-benar naik dalam waktu dekat, aset berbasis dolar akan semakin menarik bagi investor global.

Akibatnya, mayoritas mata uang dunia mengalami tekanan, termasuk Rupiah yang masih bergerak di dekat level terlemah sepanjang sejarah.

BACA JUGA:Danantara Asset Management Akuisisi BNI AM, Perkuat Dominasi di Industri Investasi

Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Energi Dunia

Pasar juga menyambut baik dimulainya kesepakatan damai interim antara Amerika Serikat dan Iran.

Beberapa dampak positif yang langsung terlihat antara lain:

Jalur pelayaran Selat Hormuz kembali dibuka.
Risiko gangguan pasokan minyak berkurang.
Sentimen pasar global menjadi lebih kondusif.

Meski demikian, investor masih menunggu perkembangan negosiasi program nuklir Iran yang menjadi faktor utama stabilitas kawasan.

Harga Komoditas Global
Crude Oil: USD 76,37 per barel
Gold (XAU): 4.195,60

Kategori :