Jamu Tak Sekadar Herbal, Ini Alasan Tak Semua Ramuan Tradisional Bisa Disebut Jamu

Sabtu 20 Jun 2026 - 11:52 WIB
Reporter : wira
Editor : djarwo

BACAKORAN.CO - Jamu tradisional Indonesia selama ini dikenal sebagai bagian penting dari budaya sehat yang diwariskan turun-temurun.

Bukan sekadar minuman herbal biasa, jamu kini telah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia bahkan dunia karena manfaatnya bagi kesehatan masyarakat sejak ratusan tahun lalu.

Namun, di tengah semakin populernya gaya hidup alami, muncul anggapan bahwa semua ramuan herbal otomatis bisa disebut jamu.

Padahal, menurut kalangan medis dan regulasi kesehatan nasional, tidak semua bahan alami atau racikan tradisional layak menyandang nama tersebut.

Jamu Kini Masuk Kategori Obat Bahan Alami Resmi

Dalam aturan terbaru melalui Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023, jamu secara resmi didefinisikan sebagai bagian dari kelompok obat bahan alami.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia, Dr. dr. Inggrid Tania, menjelaskan bahwa obat bahan alami di Indonesia terbagi dalam empat kategori utama.

BACA JUGA:5 Manfaat Rutin Makan Pisang Setiap Hari, Buah Murah yang Diam-Diam Jadi Penjaga Kesehatan Tubuh

Keempat kategori tersebut meliputi:  Jamu,  Obat herbal terstandar,  Fitofarmaka,  Obat bahan alam lainnya

Menurut penjelasannya dalam siaran langsung Instagram Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jamu memiliki akar sejarah panjang yang menjadikannya berbeda dari ramuan herbal biasa.

Jamu merupakan obat tradisional yang memiliki rekam jejak penggunaan berdasarkan tradisi masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Warisan Leluhur yang Menjadi Bagian Budaya Sehat Indonesia

Eksistensi jamu bukan sekadar tren kesehatan modern.

Sejak zaman nenek moyang, berbagai daerah di Indonesia telah mengenal racikan herbal untuk menjaga kesehatan tubuh.

  Menariknya, istilah jamu ternyata tidak digunakan secara seragam di seluruh Nusantara.

Setiap daerah memiliki penyebutan berbeda terhadap racikan herbal tradisional.

BACA JUGA:Daun Pandan Bukan Sekadar Pewangi, Ini Manfaat Kesehatan yang Jarang Disadari

Meski begitu, istilah "jamu" kemudian menjadi representasi nasional untuk menyebut pengobatan herbal tradisional khas Indonesia.

Secara tradisional, fungsi jamu sangat luas, meliputi:

Pemeliharaan kesehatan

Peningkatan daya tahan tubuh

Pencegahan penyakit

Pengobatan penyakit tertentu

Proses rehabilitasi kesehatan

Perawatan paliatif

Inilah yang membuat jamu menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kesehatan masyarakat Indonesia.

BACA JUGA:Air Rendaman Bawang Putih Lagi Naik Daun, Benarkah Sebagus Itu untuk Kesehatan?

Tidak Semua Ramuan Herbal Bisa Disebut Jamu

Di tengah meningkatnya popularitas pengobatan alami, muncul persepsi bahwa semua racikan herbal otomatis termasuk jamu.

Padahal kenyataannya tidak demikian.

Menurut penjelasan dr. Inggrid, sebuah ramuan baru bisa disebut jamu apabila telah digunakan secara turun-temurun dan terbukti secara empiris memberikan manfaat yang baik.

Artinya, racikan tersebut telah dikonsumsi dalam jangka panjang oleh masyarakat luas dan memiliki catatan keamanan penggunaan.

  Jika belum memenuhi unsur tersebut, statusnya belum tentu dapat disebut jamu.

Bukti Empiris Menjadi Pembeda Utama

Salah satu faktor terpenting dalam menentukan sebuah racikan layak disebut jamu adalah adanya dokumentasi penggunaan.

Dokumentasi ini bisa berbentuk:

Catatan tertulis kuno

Tradisi lisan masyarakat

Warisan keluarga turun-temurun

Tembang atau lagu tradisional

Penelitian etnofarmakologi

Riset etnobotani

Keberadaan bukti historis dan ilmiah inilah yang membuat jamu memiliki legitimasi lebih kuat dibandingkan sekadar racikan herbal modern tanpa sejarah penggunaan.

BACA JUGA:Gambas Jangan Diremehkan! Ini Manfaat Gambas untuk Kesehatan yang Bikin Banyak Orang Kaget

Bahan Alami Belum Tentu Aman Dikonsumsi

Banyak masyarakat masih meyakini bahwa semua bahan alami otomatis aman bagi tubuh.

Padahal anggapan tersebut keliru.

Keamanan jamu sangat bergantung pada proses pengolahan yang benar mulai dari pemilihan tanaman hingga proses produksi.

Beberapa faktor yang menentukan keamanan sebuah jamu antara lain:

1.Pemilihan Tanaman yang Tepat

Tidak semua bagian tanaman memiliki manfaat yang sama.

  Kesalahan memilih bahan dapat memicu efek yang tidak diinginkan.

2.Cara Pengolahan Sesuai Standar

Proses meramu harus mengikuti metode tradisional atau standar yang sudah terbukti aman.

BACA JUGA:Jangan Sepelekan Bau Menyengatnya! 10 Khasiat Petai Bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Mencegah Stroke dan Anemia

3.Kebersihan Produksi

Produksi yang tidak higienis berisiko menyebabkan kontaminasi bakteri atau zat berbahaya.

4.Takaran Bahan yang Akurat

Dosis berlebihan tetap dapat menimbulkan efek samping meskipun berasal dari bahan alami.

Kesalahan dalam salah satu tahapan tersebut membuat keamanan produk menjadi dipertanyakan.

Kesadaran Konsumsi Jamu Perlu Ditingkatkan

Popularitas herbal dan gaya hidup alami memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, pemahaman mengenai perbedaan antara jamu tradisional Indonesia dan ramuan herbal biasa masih perlu diperkuat.

Tidak semua produk berbahan alami otomatis aman atau bisa dikategorikan sebagai jamu.

Warisan leluhur ini justru perlu dijaga dengan standar produksi yang benar agar manfaat kesehatan tetap maksimal sekaligus aman dikonsumsi masyarakat luas.

Jamu bukan sekadar racikan herbal, melainkan bagian dari identitas budaya sekaligus sistem kesehatan tradisional Indonesia yang telah teruji oleh waktu.(wira)

 

Kategori :