Persib Kena Cekal FIFA, Ini Masalahnya
Persib terkena ban FIFA karena kasus sengketa dengan Robert Rene Aberts -Persib-
BACAKORAN.CO - Jelang Super League 2026/27, Persib Bandung harus berurusan dengan FIFA. Bahkan Persib masuk daftar cekal federasi sepak bola dunia itu karena bermasalah dengan mantan pelatihnya.
Persib terkena cekal FIFA karena masuk dalam daftar FIFA Registration Ban yang dirilis senin (10/8). Manajemen Persib melalui laman resminya menjelaskan bahwa Persib terkena ban FIFA karena terlibat sengketa dengan mantan pelatihnya, yaitu Robert Rene Alberts.
Robert Rene Alberts merupakan pelatih Persib Bandung sejak Mei 2019 gantikan tugas Miljan Radovic. Kerja samanya berlangsung hingga Agustus 2022 usai mengundurkan diri.
Mundurnya Robert, digantikan oleh Luis Milla. Milla masuk Persib pada awal musim 2022 hingga 2023.
BACA JUGA:Persib Butuh Tingkatkan Komunikasi Antarpemain, Langsung TC ke Bali
Atas nama manajemen, PT PERSIB Bandung Bermartabat (PBB) menyampaikan bahwa FIFA Registration Ban yang tercantum terhadap Persib berkaitan dengan kasus lama yang terjadi pada 2022, dan bukan merupakan perkara atau kejadian baru yang terjadi pada periode saat ini.
"Kasus tersebut berkaitan dengan laporan dari mantan pelatih Persib, Robert Rene Alberts. Informasi mengenai keputusan FIFA atas kasus tersebut baru diketahui oleh Persib dalam perkembangan terakhir," tulisnya.
Manajemen Persib menyebut bahwa saat ini mereka tengah melakukan kajian dan penelaahan secara menyeluruh untuk memahami dasar keputusan, posisi kasus, serta langkah yang perlu ditempuh sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Persib harus selesaikan kases sengketa dengan mantan pelatihnya untuk lepaskan status cekal dari FIFA-Persib-
"Yang perlu kami tegaskan adalah bahwa ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022, bukan kejadian baru. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA tersebut, kami langsung melakukan kajian secara menyeluruh untuk memahami posisi kasus dan menentukan langkah yang paling tepat."
Manajemen Persib menegaskan bahwa setiap keputusan regulator sebagai hal yang harus dihormati dan ditindaklanjuti secara bertanggung jawab. Karena itu, penyelesaian kasus tersebut menjadi prioritas yang akan ditangani melalui langkah yang terukur dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius."
"Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku, sebagaimana yang telah kami lakukan pada kasus sebelumnya."