BACAKORAN.CO - Timnas Voli Putra Indonesia awali AVC Cup Men 2026 dengan kurang baik. Mereka langsung menelan kekalahan dari Korea Selatan.
Timnas Voli Putra Indonesia berada di Gup B dalam AVC Cup Men 2026. Laga pertama yang berlangsung di Veer Savarkar Sports Complex, Naranpura, Minggu (21/6/2026) malam WIB itu, harus dijalani dengan kekalahan 0-3 (22-25, 22-25, dan 21-25).
Menurut Manajer Timnas Indonesia Loudry Maspaitella, Indonesia kalah karena belum kompak. Mereka belum bisa menunjukkan permainan terbaik karena masih adaptasi.
Pelatih belum sepenuhnya memahami pemainnya. Imbasnya, strategi yang disiapkan tidak jalan di lapangan.
“Tim Indonesia belum solid. Pelatih juga baru melatih, belum paham betul dengan komposisi pemain yang dia miliki," jelas Loudry dalam rilis tertulis PP PBVSI ke media.
BACA JUGA:Bersiap Hadapi AVC Cup 2026, Begini Langkah PBVSI
"Ada beberapa pemain yang staminanya tidak menunjang,” lanjutnya.
Sebelum bertolak ke AVC Cup Men 2026, Timnas Voli Putra Indonesia alami perubahan komposisi kepelatihan. Gara-gara pelatih kepala terkendala administrasi, tidak bisa mendapatkan visa sehingga gagal mendampingi tim ke ajang ini.
Dadakan, PP PBVSI menaikkan Reidel Toiran dari asisten pelatih ke pelatih kepala Sergio Veloso. Kejadian itu perses sepekan sebelum pertandingan mulai.
Keputusan ini membuat permainan Indonesia belum kompak saat hadapi Korea Selatan.
Timnas Voli Putra Indonesia kalah dari Korea Selatan di laga pertama AVC Cup Men 2026 -AVC-
Loudry pun berharap pelatih dan pemain dapat memperbaiki kualitas permainan untuk menghadapi laga-laga selanjutnya.
"Persaingan lolos ke babak semifinal terbuka lebar, karena Korea dan Qatar yang diunggulkan kalah pada pertandingan pertama,” katanya.
Pada pertandingan melawan Korea Selatan, pelatih Reidel Toiran menurunkan sejumlah pemain andalan seperti Hendra Kurniawan, Rama Fazza Fauzan, Tedi Oka, Boy Arnez Arabi, Farhan Halim, serta Jasen Natanael Kilanta.
BACA JUGA:Timnas Voli Putra Dadakan Ganti Pelatih, Ini Penjelasan PBVSI