Ribuan Buruh PT Feng Tay Bandung Terancam Kehilangan Pekerjaan
BACAKORAN.CO - Kabar kurang menggembirakan datang dari sektor industri alas kaki nasional. Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay Indonesia, perusahaan pemasok sepatu merek olahraga ternama Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kini menghadapi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
Para pekerja tersebut saat ini belum resmi diberhentikan, namun telah berstatus dirumahkan akibat terhentinya pasokan material dari Amerika Serikat dan belum adanya kepastian mengenai pesanan produksi baru.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran besar, mengingat PT Feng Tay merupakan salah satu perusahaan padat karya yang menyerap ribuan tenaga kerja di wilayah Bandung dan sekitarnya.
BACA JUGA:KPK Gencar Berantas Rokok Ilegal, Industri Minta Penegakan Hukum Tanpa Kompromi
Pasokan Material dari AS Terhenti, Produksi Terganggu
Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah berhentinya pasokan bahan baku dan belum masuknya order produksi baru dari pihak pemesan.
Akibat kondisi tersebut, aktivitas produksi mengalami penurunan drastis sehingga perusahaan mengambil langkah sementara dengan merumahkan sebagian pekerja.
Kondisi ini juga menjadi gambaran bahwa industri manufaktur yang bergantung pada rantai pasok global masih sangat rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi dan kebijakan perdagangan internasional.
Serikat Buruh Minta Pemerintah Turun Tangan
Menghadapi situasi tersebut, sejumlah organisasi buruh, termasuk Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan lapangan pekerjaan.
Menurut serikat pekerja, perlindungan terhadap ribuan buruh harus menjadi prioritas agar tidak terjadi PHK massal yang dapat berdampak luas terhadap perekonomian daerah.
BACA JUGA:Peluang Karier di Industri Kosmetik & Herbal, Banyak Posisi Dibuka di Bogor 2026
Tiga Langkah yang Sedang Ditempuh
Untuk memitigasi krisis tersebut, pemerintah bersama serikat buruh saat ini tengah mengupayakan beberapa langkah penting.