Memiliki kadar emas yang jelas dan tinggi.
Harga jual kembali (buyback) lebih kompetitif.
Tidak dikenakan biaya pembuatan yang mahal.
Mudah dijual kembali kapan saja.
Sebaliknya, emas perhiasan biasanya memiliki ongkos pembuatan yang cukup besar sehingga nilai investasinya kurang optimal.
3. Manfaatkan Tabungan Emas Digital
Bagi pemula yang memiliki modal terbatas, emas digital bisa menjadi pilihan menarik.
Salah satu layanan yang populer di Indonesia adalah Pegadaian melalui produk Tabungan Emas Pegadaian.
Keunggulan emas digital:
Bisa membeli mulai dari nominal kecil.
Tidak perlu menyimpan emas secara fisik.
Pembelian dapat dilakukan secara rutin.
Mudah dicetak menjadi emas fisik jika diperlukan.
Cara ini sangat cocok bagi generasi muda yang ingin mulai berinvestasi secara konsisten.
4. Jangan Panik Saat Harga Turun
Kesalahan yang paling sering dilakukan investor pemula adalah melakukan panic selling atau menjual emas karena takut harga terus turun.
Padahal, emas pada dasarnya merupakan instrumen:
Pelindung nilai terhadap inflasi.
Aset safe haven saat kondisi ekonomi tidak menentu.
Investasi jangka menengah hingga panjang.
Selama tujuan investasi Anda belum tercapai, penurunan harga dalam jangka pendek sebaiknya tidak menjadi alasan untuk menjual aset secara terburu-buru.
BACA JUGA:Investasi Emas vs Saham: Mana Lebih Untung untuk 5 Tahun ke Depan?