BACAKORAN.CO – Rakyat jelata yang ingin bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dihadapkan pada syarat seleksi yang sangat ketat, sementara jalur orang dalam dinilai jauh lebih mudah dengan imbalan gaji fantastis.
Unggahan akun @bangherwin pada Minggu, 28 Juni 2026, yang telah ditonton lebih dari 76.147 kali hingga Senin pagi ini, membeberkan kontras tajam tersebut.
Dalam postingan tersebut, syarat bagi rakyat biasa digambarkan secara satir: minimal S1 lulusan PTN ternama, IPK minimal 3.5, pengalaman kerja 5 tahun, fasih tiga bahasa asing, umur maksimal 25 tahun.
Namun, gaji yang ditawarkan hanya sekadar Upah Minimum Regional (UMR).
BACA JUGA:Prabowo: Jangankan Profesor, Usulan Anak Desa Lewat TikTok Saya Tindak Lanjuti
Rakyat jelata apply kerja di BUMN:
— herwin (@bangherwin) June 28, 2026
Syaratnya gila:
• Minimal S1 lulusan PTN ternama
• IPK 3.5
• Pengalaman kerja 5 tahun
• Fasih 3 bahasa asing
• Umur maksimal 25 tahun
• Harus menguasai elemen bumi, air, api, udara
• Bisa mengalahkan Raja Api Ozai
Gaji? UMR!!!… pic.twitter.com/6SL35KTbXR
Sementara itu, "jalur orang dalam tingkat dewa" disebutkan memungkinkan seseorang yang bahkan tidak lulus S1 langsung menduduki kursi komisaris dengan gaji puluhan juta rupiah plus berbagai fasilitas mewah.
"Terus heran BUMN rugi triliunan tiap tahun? Uang pajak rakyat dipakai buat gaji orang-orang yang bahkan gak perlu ngelamar," tulis @bangherwin
Fenomena ini mencerminkan kritik publik yang semakin kencang terhadap praktik rekrutmen dan penempatan jabatan di BUMN yang dinilai sarat dengan unsur kedekatan atau nepotisme.
Banyak netizen menanggapi dengan nada miris.
"Tamatlah sudah riwayat kami. Sudahi saja republik ini," tulis @sonobangsono.
"Intinya menaruh mesin atm di pusaran uang agar mudah mengalirkannya," tulis @JadoelsInfinity.
Hal ini juga berdampak pada nilai jual kembali aset negara dan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, terhadap tata kelola BUMN.
Meski pemerintah kerap menyuarakan reformasi BUMN, skeptisisme publik tetap tinggi.