bacakoran.co

Syok! Diduga Tentara Curi 16 Ekor Sapi Milik Janda, Warga Labuhan Batu Labrak Oknum TNI di Malam Hari

Oknum TNI Diduga Maling Sapi 16 Ekor Punya Janda di Sawah Labuhan Batu --Twitter

BACAKORAN.CO – Sebuah video yang merekam konfrontasi warga dengan sekelompok pria diduga oknum TNI yang mencuri 16 ekor sapi milik seorang janda bernama Boru Naga di Desa Sei Siarti, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Peristiwa oknum TNI mencuri sapi milik janda muncul di tengah pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut "Hanya di Indonesia, Tentara di Sawah, dan Polisi urus pertanian."

Video berdurasi sekitar 86 detik yang diunggah akun X @bismillahyuk_, dalam rekaman malam hari yang gelap, warga terlihat mengejar dan menghadang sekelompok pria yang membawa senter, sementara teks overlay dari akun "Kata Rakyat" menyebutkan "Diduga Curi 16 Sapi Milik Janda, Rombongan yang Diduga Oknum TNI Dilabrak Warga."

Menurut narasi dalam unggahan tersebut, kejadian ini menimbulkan pertanyaan tajam "Tebak, kira-kira Tentara di negara apa nih yang maling sapi?" Kasus ini langsung memicu kritik publik terhadap integritas aparat di tengah program pemerintah yang melibatkan TNI dalam mendukung ketahanan pangan.

BACA JUGA:Heboh! Asisten Pribadi Raffi Ahmad Dikabarkan Jadi Komisaris Krakatau Posco, Publik Soroti Rekam Jejaknya

Peristiwa ini menyoroti ketegangan antara peran baru TNI di bidang pertanian dengan dugaan pelanggaran yang merusak citra institusi.

Banyak netizen mempertanyakan pengawasan dan akuntabilitas jika oknum tersebut benar berasal dari kesatuan TNI setempat.

Sejumlah komentar netizen mencerminkan kekecewaan mendalam.

"Parah bgt yaak :))) milik janda loh ini, bener2 dzaliimm," tulis @bismillahyuk_ membalas salah satu balasan.

Netizen lain seperti @Utha_san menyinggung soal gaji dan pensiun, sementara @RhynLucky menekankan perlunya evaluasi mendalam agar "Indonesia ku tak makin kelam."

BACA JUGA:Viral! Wapres Gibran Rakabuming Salah Paham Curhatan Petani di Gorontalo: Combine Harvester-nya Dipikul?

Hingga artikel ini di rilis belum ada klarifikasi resmi dari pihak berwenang.

Masyarakat menanti langkah konkret berupa investigasi internal dan transparansi agar kejadian serupa tidak terulang.

Syok! Diduga Tentara Curi 16 Ekor Sapi Milik Janda, Warga Labuhan Batu Labrak Oknum TNI di Malam Hari

Riza

Harry


bacakoran.co – sebuah video yang merekam konfrontasi warga dengan sekelompok pria diduga oknum tni yang mencuri 16 ekor sapi bernama boru naga di desa sei siarti, kabupaten labuhan batu, sumatera utara, menjadi perbincangan hangat di media sosial.

peristiwa oknum tni mencuri sapi milik janda muncul di tengah pernyataan presiden prabowo subianto yang menyebut "hanya di indonesia, tentara di sawah, dan polisi urus pertanian."

video berdurasi sekitar 86 detik yang diunggah akun x @bismillahyuk_, dalam rekaman malam hari yang gelap, warga terlihat mengejar dan menghadang sekelompok pria yang membawa senter, sementara teks overlay dari akun "kata rakyat" menyebutkan "diduga curi 16 sapi milik janda, rombongan yang diduga oknum tni dilabrak warga."

menurut narasi dalam unggahan tersebut, kejadian ini menimbulkan pertanyaan tajam "tebak, kira-kira tentara di negara apa nih yang maling sapi?" kasus ini langsung memicu terhadap integritas aparat di tengah program pemerintah yang melibatkan tni dalam mendukung ketahanan pangan.

peristiwa ini menyoroti ketegangan antara peran baru tni di bidang pertanian dengan dugaan pelanggaran yang merusak citra institusi.

banyak netizen mempertanyakan pengawasan dan akuntabilitas jika oknum tersebut benar berasal dari kesatuan tni setempat.

sejumlah komentar netizen mencerminkan kekecewaan mendalam.

"parah bgt yaak :))) milik janda loh ini, bener2 dzaliimm," tulis @bismillahyuk_ membalas salah satu balasan.

netizen lain seperti @utha_san menyinggung soal gaji dan pensiun, sementara @rhynlucky menekankan perlunya evaluasi mendalam agar "indonesia ku tak makin kelam."

hingga artikel ini di rilis belum ada klarifikasi resmi dari pihak berwenang.

masyarakat menanti langkah konkret berupa investigasi internal dan transparansi agar kejadian serupa tidak terulang.

Tag
Share