SERAGAM putih biru itu masih tergantung rapi di sudut rumah. Tak lagi dikenakan setiap pagi untuk berangkat ke sekolah. Sudah hampir setahun, seragam itu hanya menjadi pengingat akan mimpi seorang remaja yang tertunda.
Di usia 14 tahun, ketika teman-teman seusianya sibuk belajar dan bercanda di kelas, Nopal justru menghabiskan hari-harinya di rumah, berjuang melawan tumor yang terus menggerogoti tubuhnya.
Nopal adalah siswi SMP Negeri 4 Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Putri pasangan Holman, yang akrab disapa Leman, warga Desa Panta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, itu kini tak lagi mampu mengikuti aktivitas belajar seperti biasanya.
BACA JUGA:Kurma Sumber Energi dan Nutrisi, Punya Manfaat Anti-Diabetes Sampai Anti-Tumor!
Kondisi kesehatannya memerlukan penanganan medis yang berkelanjutan. Namun, langkah menuju rumah sakit kini terhenti oleh satu persoalan yang kerap menjadi kenyataan pahit bagi banyak keluarga, keterbatasan biaya.
Perjuangan siswi SMPN 4 Penukal melawan tumor karena terkendala biaya pengobatan menjadi beban berat yang harus dipikul keluarganya.
Mereka mengaku telah berusaha semaksimal mungkin membawa Nopal berobat. Namun, kemampuan ekonomi keluarga akhirnya tak lagi sanggup menopang biaya pengobatan yang dibutuhkan.
"Kami sangat berharap ada bantuan dari para dermawan untuk biaya pengobatan anak kami. Kami sudah tidak memiliki kemampuan biaya untuk membawanya berobat," tutur pihak keluarga dengan suara bergetar.
BACA JUGA:Kemenhaj Buka Seleksi Pejabat, Pendaftaran Dimulai 29 Juni
BACA JUGA:PALI Bakal Punya Rumah Sakit Bertandar Nasional, Nilai Proyek Tembus Rp116 Miliar
Harapan sebenarnya sempat muncul ketika petugas Dinas Sosial Kabupaten PALI datang untuk mendata kondisi Nopal. Keluarga berharap pendataan itu menjadi awal hadirnya bantuan ataupun akses rujukan medis yang lebih memadai.
Namun hingga kini, mereka mengaku belum menerima bantuan untuk mendukung proses pengobatan.
Di tengah keterbatasan itu, hari-hari Nopal berlalu dengan sederhana. Rumah menjadi tempatnya menunggu. Sementara ruang kelas, buku pelajaran, dan teman-teman sekolah hanya bisa dikenang dari kejauhan.
Keluarga tidak meminta kemewahan. Mereka hanya ingin Nopal memiliki kesempatan menjalani pengobatan agar dapat kembali menjalani kehidupan sebagai remaja seusianya.
BACA JUGA:Perempuan di Lokalisasi Simpang Penimur Ditangkap, 24 Butir Ekstasi Siap Edar Disita Polisi
Kisah bantuan biaya pengobatan siswi SMPN 4 Penukal yang menderita tumor menjadi pengingat bahwa akses layanan kesehatan belum selalu mudah dijangkau semua keluarga.
Di balik angka-angka pembangunan, masih ada masyarakat yang bergulat dengan biaya untuk memperoleh hak paling mendasar, yaitu kesempatan sembuh.
Kini, keluarga menggantungkan harapan kepada Pemerintah Kabupaten PALI melalui instansi terkait, sekaligus kepada masyarakat yang memiliki kepedulian. Setiap bantuan, sekecil apa pun, diyakini dapat menjadi jalan bagi Nopal untuk kembali mendapatkan perawatan medis.
Bagi masyarakat yang ingin membantu, bantuan dapat disalurkan melalui nomor 0853-6602-7947 atau rekening BRI 2279-01-0114-84-50-9 atas nama Nopal.