Gelombang Panas Ekstrem Hantam Jawa Hari Ini! BMKG: Suhu Terasa Capai 38 Derajat, Hindari Aktivitas Ini saat Siang Bolong
BACAKORAN.CO - Cuaca di sejumlah wilayah Pulau Jawa terasa lebih menyengat dari biasanya. Meski suhu udara yang tercatat tidak selalu mencapai 38 derajat Celsius, suhu terasa (heat index) di beberapa kota dapat menyentuh angka tersebut akibat kombinasi suhu udara, kelembapan tinggi, dan paparan sinar matahari.
Kondisi ini membuat aktivitas di luar ruangan menjadi lebih berisiko, terutama bagi pekerja lapangan, pengendara motor, pedagang kaki lima, hingga masyarakat yang berolahraga pada siang hari.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heat stroke yang dapat membahayakan kesehatan.
Apa Itu Suhu Terasa?
Banyak orang mengira suhu udara dan suhu terasa adalah hal yang sama.
Padahal, keduanya berbeda.
Suhu udara merupakan temperatur yang diukur menggunakan alat meteorologi.
Sementara suhu terasa (heat index) adalah suhu yang benar-benar dirasakan tubuh manusia setelah memperhitungkan beberapa faktor, seperti:
- Kelembapan udara.
- Paparan sinar matahari.
- Kecepatan angin.
- Radiasi panas dari permukaan jalan, bangunan, dan lingkungan sekitar.
BACA JUGA:Suhu Tembus 45°C, Spanyol Dikepung Api hingga Serasa Bak di Neraka!
Karena itu, meski termometer menunjukkan suhu 33–34 derajat Celsius, tubuh bisa merasakan panas hingga sekitar 38 derajat Celsius.
Kenapa Cuaca Terasa Lebih Menyengat?
Beberapa faktor membuat tubuh merasa lebih panas dibanding angka suhu sebenarnya.
1. Kelembapan Udara Tinggi
Saat udara lembap, keringat sulit menguap.
Akibatnya, tubuh kehilangan kemampuan alami untuk mendinginkan diri sehingga rasa gerah semakin meningkat.
BACA JUGA:Apakah Panas Ekstrem Tanda Kiamat? Ini Penjelasan Agama dan Ilmuwan
2. Langit Cerah dan Paparan Matahari Langsung
Musim kemarau identik dengan langit yang lebih cerah.