BACA JUGA:Gaming Test Infinix Note 60 Pro: Main PUBG 90 FPS, Mobile Legends 120 FPS, Suhu Tetap Adem!
Musim Panas Makin Ganas! Begini Cara Menjaga Kesehatan agar Tetap Fit Meski Cuaca Terik
Hindari Matahari Saat Jam Paling Terik
Paparan sinar matahari paling kuat umumnya terjadi antara pukul 11.00 hingga 15.00. Pada rentang waktu tersebut, risiko mengalami heat exhaustion maupun heatstroke meningkat.
Jika memungkinkan, jadwalkan aktivitas luar ruangan pada pagi atau sore hari.
Bila pekerjaan mengharuskan berada di luar, usahakan beristirahat secara berkala di tempat yang teduh atau ruangan berpendingin udara.
Kenali Tanda Heatstroke Sejak Dini
Heatstroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika suhu tubuh meningkat secara drastis akibat paparan panas berlebihan.
BACA JUGA:Cuaca Panas Kering, Warga Sumatera Diminta Waspada Potensi Kebakaran Lahan
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
Pusing berat.
Kulit kemerahan, panas, dan kering tanpa berkeringat.
Detak jantung sangat cepat.
Tubuh terasa lemas.
Kebingungan hingga penurunan kesadaran.
Apabila gejala tersebut muncul, segera pindahkan penderita ke tempat yang lebih sejuk, berikan pendinginan pada tubuh, dan cari pertolongan medis secepat mungkin.
Pola Makan Ikut Berperan Menjaga Kondisi Tubuh
Selain minum yang cukup, asupan makanan juga membantu tubuh menghadapi cuaca panas.
Pilih makanan yang ringan, kaya vitamin, mineral, dan kandungan air.
Sayur serta buah segar menjadi pilihan terbaik karena membantu menjaga keseimbangan cairan sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Mengurangi makanan terlalu berminyak atau terlalu pedas juga dapat membuat tubuh terasa lebih nyaman saat suhu udara sedang tinggi.
Tetap Aktif dengan Cara yang Aman
Olahraga tetap penting meskipun cuaca sedang panas. Namun, pilih waktu yang lebih aman seperti pagi sebelum matahari meninggi atau sore menjelang matahari terbenam.
Gunakan pakaian olahraga yang menyerap keringat dan selalu sediakan air minum agar tubuh tidak mengalami kekurangan cairan selama beraktivitas.
Cara menjaga kesehatan di musim panas sebenarnya tidak sulit dilakukan.
Memenuhi kebutuhan cairan sekitar 2–3 liter per hari, memakai sunscreen minimal SPF 30, mengenakan pelindung seperti topi dan kacamata hitam, serta menghindari aktivitas di bawah sinar matahari antara pukul 11.00 hingga 15.00 menjadi langkah sederhana yang memberikan manfaat besar.
Dengan kebiasaan tersebut, risiko dehidrasi, kulit terbakar, hingga heatstroke dapat ditekan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan nyaman meski cuaca sedang sangat terik.(wira)