Pengontrak Surabaya Viral Tolak Keluar Rumah, Kini Anaknya Diserang Bullying: Netizen Geram

Rabu 08 Jul 2026 - 11:00 WIB
Reporter : Ario
Editor : Bagus

BACAKORAN.CO – Pengontrak rumah di Surabaya bernama Titik kembali menjadi sorotan setelah video penolakannya untuk pindah viral di media sosial.

Kini keluarganya mendapat gelombang hujatan netizen, termasuk anaknya yang masih duduk di bangku sekolah mengalami bullying.

Kasus ini berawal dari sengketa lahan kontrakan yang telah ditempati selama tiga generasi.

Titik mengaku kesulitan mencari kontrakan baru akibat pemberitaan yang masif.

Ia berdalih rumah tersebut merupakan warisan keluarga sejak neneknya.

BACA JUGA:Lagi! Dokter PPDS Unsrat Meninggal di Kost, Perundungan Senior Diduga Penyebab Utama

Menurut pengakuannya, neneknya hanya menyewa tanah dari pemilik bernama Mikana dengan bayaran Rp25 per bulan.

Seluruh bangunan didirikan dan direnovasi oleh keluarganya sendiri.

Setelah neneknya meninggal, sempat ada perjanjian yang memperbolehkan mereka menempati tanpa sewa.

“Jadi waktu itu mbah saya sewa tanah ke pemilik tanah, namanya Mikana waktu zaman dulu banget senilai Rp 25, dibayar setiap bulannya. Tapi hanya sewa tanah saja, jadi rumah ini yang membangun, renovasi itu mbah saya semua,” jelas Titik.

BACA JUGA:Viral Dugaan Pungli Rp150 Ribu Cetak KTP di Camat Sunggal: Kuota Hanya 5 Orang Per Hari, Warga Medan Geram

Setelah lahan tersebut dibeli Bambang pada 2014 dan dibalik nama pada 2018, Titik diminta meninggalkan tempat tersebut.

Hanya tersisa dua pengontrak yang belum pindah.

Kasus ini semakin meluas setelah mediasi Cak Armuji diunggah ke YouTube.

Dampak Berat ke Keluarga

Kategori :