BACAKORAN.CO – Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) ditutup sedikit melemah pada perdagangan semalam. Pelemahan greenback didorong oleh meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak dunia mengalami penurunan, serta risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara para pejabat bank sentral mengenai arah kebijakan suku bunga.
Pelaku pasar menilai sinyal dari risalah FOMC tersebut membuka peluang bahwa kebijakan moneter Amerika Serikat akan lebih bergantung pada perkembangan data ekonomi dalam beberapa bulan mendatang.
BACA JUGA:Punya Dana Sekitar Rp10 Juta, Lebih Untung Beli Emas Antam 1 Gram Bertahap atau Langsung 3 Gram?
Di sisi lain, harga emas dunia masih bertahan pada level tinggi karena investor tetap mencari aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Risalah FOMC Jadi Sorotan Pasar
Dokumen hasil rapat FOMC menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan belum memiliki pandangan yang sepenuhnya seragam terkait waktu maupun besaran penyesuaian suku bunga.
Sebagian pejabat menilai inflasi mulai menunjukkan tren penurunan sehingga ruang pelonggaran kebijakan semakin terbuka.
Namun sebagian lainnya masih menginginkan kehati-hatian sebelum mengambil keputusan.
BACA JUGA:Bingung Pilih Investasi? Simak Duel Emas vs Properti vs Reksa Dana
Ketidakpastian tersebut membuat indeks dolar bergerak melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
ECB Masih Waspadai Tekanan Inflasi
Sementara itu, pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) memperkirakan inflasi masih akan bertahan relatif tinggi hingga tahun depan.
Tekanan harga diperkirakan berasal dari kenaikan biaya energi sebagai dampak ketegangan geopolitik, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Dalam proyeksi tersebut, ECB diperkirakan masih memiliki ruang untuk melakukan hingga tiga kali penyesuaian suku bunga apabila tekanan inflasi kembali meningkat.
BACA JUGA:Cuma Punya Rp500 Ribu? Ini 5 Investasi yang Bisa Jadi Awal Bangun Kekayaan
Harga Minyak Dunia Turun
Harga minyak mentah dunia pada perdagangan terakhir berada di level:
- Crude Oil: US$71,93 per barrel.
Penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi global karena biaya energi menjadi salah satu faktor utama pembentuk harga barang dan jasa.