"Saya juga melakukan pergantian pemain ofensif di pertandingan terakhir, kami hanya mencoba membantu para pemain. Kami langsung kebobolan (peluang) dan kami memutuskan untuk beralih ke formasi lima bek karena celah terlalu terbuka," tukas Tuchel.
"Mereka memenangkan setiap duel udara, mereka terus melakukan umpan silang, jadi kami beralih ke formasi lima bek untuk menutup celah di dalam dan kuat di udara," lanjutnya.
BACA JUGA:Semifinal Piala Dunia 2026: Pengalaman Argentina Antarkan ke Podium Juara Lagi?
"Langsung setelah gol kami, tanpa pergantian pemain, kami kebobolan terlalu banyak umpan silang dan terlalu banyak peluang, jadi kami mencoba membantu," ujarnya.
Tuchel menyebut, gol kedua segera hadir saat pergantian pemain dilakukan. Terutama pergantian pemain depan.
"Tentu saja kami ingin mencetak gol kedua tetapi saya tidak merasa bahwa pergantian pemain ofensif akan membantu. Kami tetap menggunakan formasi 4-4-2 tetapi kami menjadi pasif, semakin pasif," ungkapnya.
"Kami tidak bisa memenangkan bola apa pun, kami tidak bisa menguasai bola, jadi saya pikir itu bukan masalah struktural, kami tidak mengubah apa pun. Tapi jalannya pertandingan berubah total," ujarnya.