BACAKORAN.CO - Keinginan memperoleh keuntungan dengan risiko serendah mungkin membuat banyak orang memilih instrumen yang dikenal sebagai investasi aman.
Deposito, emas, obligasi pemerintah, hingga reksa dana pasar uang sering menjadi pilihan utama, terutama bagi investor pemula yang ingin menjaga nilai aset mereka.
Namun, anggapan bahwa investasi aman selalu memberikan keuntungan tanpa risiko merupakan pemahaman yang keliru.
BACA JUGA:Kuota Internet Tidak Boleh Hangus, Ini Isi Putusan MK Terbaru
BACA JUGA:Cara Mudah Memeriksa Sertifikat Tanah Tanpa Harus Langsung ke Kantor BPN
Dalam dunia investasi, tidak ada instrumen yang benar-benar bebas dari risiko.
Perbedaannya hanya terletak pada tingkat risiko yang dimiliki masing-masing produk.
Bahkan instrumen yang dianggap paling stabil tetap dapat mengalami penurunan nilai atau memberikan hasil di bawah ekspektasi apabila kondisi ekonomi berubah.
Salah satu risiko yang paling sering diabaikan adalah inflasi.
BACA JUGA:Update Harga Emas (LM) Hari Ini: Pergerakan Logam Mulia Antam dan Pegadaian Tengah Pekan
BACA JUGA:Daftar Merk Ban Lokal Kualitas Ekspor Murah Harga di Bawah 300 Ribuan yang Cocok untuk Honda Vario
Banyak investor merasa dana mereka tetap aman karena nilai pokok tidak berkurang.
Padahal, jika tingkat keuntungan investasi lebih rendah dibandingkan laju inflasi, daya beli uang akan terus menurun.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengurangi nilai kekayaan secara nyata.
Risiko pasar juga tidak bisa dihindari.