BACAKORAN.CO - Taiwan baru-baru ini mengumumkan masuknya fase epidemi Covid-19 baru menyusul peningkatan kasus yang signifikan.
Menurut data otoritas kesehatan setempat, terdapat ribuan kasus baru COVID-19 dalam sepekan terakhir, didominasi subvarian NB.1.8.1 yang juga beredar secara global.
Postingan di media sosial X oleh akun @indepenSumatera pada 29 Juli 2026 yang memuat infografis “Breaking News” dari Taiwan ini langsung menjadi perbincangan.
Banyak netizen bertanya-tanya apakah ini pertanda “Covid jilid II” dan apa agenda di baliknya.
BACA JUGA:Kenaikan Tunjangan TNI Era Prabowo: Dari Tamtama hingga Perwira Tinggi, Ini Rinciannya
Meski demikian, para ahli kesehatan menekankan bahwa situasi saat ini jauh berbeda dari pandemi 2020.
Covid-19 telah menjadi penyakit pernapasan musiman dengan risiko rendah bagi masyarakat sehat yang sudah divaksinasi, meski tetap memerlukan kewaspadaan, terutama bagi kelompok rentan.
“Covid baru jilid II telah dimulai wak. Agenda birahi apa lagi yang sedang disetting sama elite global wak?” tulis akun @indepenSumatera.
Pada pekan sebelumnya, Taiwan melaporkan ribuan kasus baru COVID-19, beberapa kematian, dan pasien dengan gejala berat.
Subvarian NB.1.8.1 atau Nimbus menjadi yang dominan, menyumbang porsi besar kasus global. Ini merupakan gelombang kedelapan sejak Omicron mendominasi.
Otoritas kesehatan Taiwan merekomendasikan kewaspadaan dan vaksinasi booster, khususnya vaksin yang di-update untuk varian terkini.
Covid-19 kini telah bertransisi menjadi penyakit musiman mirip flu.
Lonjakan kasus sering terjadi pada musim hujan atau peralihan musim, tetapi tidak lagi menyebabkan kolaps sistem kesehatan seperti dulu.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan memantau varian seperti LF.7, NB.1.8.1, dan XFG dengan risiko rendah secara keseluruhan.