BACAKORAN.CO - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini tidak hanya hadir pada aplikasi dan layanan digital, tetapi juga mulai diterapkan langsung pada perangkat komputer.
Salah satu inovasi yang tengah menjadi perhatian adalah kehadiran AI PC, yaitu laptop yang dirancang untuk menjalankan berbagai fitur berbasis AI secara lebih cepat dan efisien.
Dalam beberapa waktu terakhir, produsen laptop berlomba menghadirkan AI PC ke pasar.
Kehadiran perangkat ini diprediksi akan menjadi standar baru di dunia komputasi karena mampu mendukung berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, belajar, mengedit konten, hingga menikmati hiburan dengan pengalaman yang lebih cerdas.
BACA JUGA:Dua Anggota DPRD PALI Diperiksa dalam Kasus Korupsi Proyek di Dinas Perkim
Lalu, apa sebenarnya yang membedakan AI PC dengan laptop biasa?
Perbedaan utama terletak pada keberadaan Neural Processing Unit (NPU), yaitu prosesor khusus yang dirancang untuk memproses tugas-tugas berbasis kecerdasan buatan.
Jika laptop konvensional hanya mengandalkan CPU dan GPU, AI PC memiliki NPU yang bekerja secara khusus untuk menangani fitur AI tanpa membebani komponen lainnya.
Dengan adanya NPU, berbagai proses seperti penghapusan suara bising saat rapat online, penerjemahan bahasa secara langsung, pengeditan foto otomatis, hingga pembuatan ringkasan dokumen dapat berjalan lebih cepat dan hemat daya.
Selain performa yang lebih baik, AI PC juga menawarkan efisiensi baterai.
BACA JUGA:Mantan Kasir Toko Waralaba Ditangkap, Diduga Gelapkan Top Up DANA Rp 9,2 Juta
BACA JUGA:ASEAN Championship 2026: Klok Tegaskan Pemain Berjuang untuk Indonesia
Karena tugas AI diproses oleh NPU, penggunaan CPU menjadi lebih ringan sehingga konsumsi daya dapat ditekan.
Hal ini membuat laptop mampu bertahan lebih lama saat digunakan bekerja di luar ruangan atau ketika tidak tersedia sumber listrik.
Keunggulan lain AI PC adalah kemampuannya menjalankan sebagian fitur AI secara lokal di dalam perangkat.