BACAKORAN.CO - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyatakan rasa keprihatinan terhadap pemain seniornya. Mereka gagal mempersembahkan trofi untuk Indonesia.
Timnas Indonesia gagal untuk kesekian kalinya. Tahun ini pelaksanaan Piala AFF yang kini menjadi Hyundai Cup 2026 itu merupakan edisi ke-30.
Selama itu juga Indonesia tidak pernah juara. Catatan terbaik Indonesia adalah menjadi runner up.
Indonesia menjadi runner up sebanyak 6 kali. Masing-masing pada saat Piala AFF berlangsung pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.
BACA JUGA:Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Herdman: Pemain Sudah Berjuang Maksimal
Kemudian selama pelaksanaan Piala AFF juga, Indonesia 6 kali tersingkir dari penyisihan grup. Masing-masing terjaid pada edisi 2006, 2012, 2014, 2018, 2024, dan 2026.
Padahal, di awal ikut turnaman antarnegara ASEAN tahun ini Indonesia sangat percaya diri juara. Mereka membawa 11 pemain naturalisasi.
Timnas Indonesia gagal juara lagi di Piala AFF -PSSI-
Mulai dari Shayne Pattynama, Eliano Reijnders, Ivar Jenner, Thom Haye, Marc Klok, Ragnar Oratmangoen, dan Mitchell Baker yang masuk starting eleven saat melawan Singapura.
Kemudian empat lainnya berada di bangku cadangan. Mereka adalah Sandy Walsh, Jordi Amat, Tim Geypens, dan Jens Raven.
BACA JUGA:Sayonara Piala AFF 2026! Indonesia 6 Kali Terhenti di Penyisihan Grup
Mereka berjuang bersama pemain yang sebelumnya bahu membahu di era Shin Tae-yong. Di antaranya Rizky Ridho, Egy Maulana Vikri, dan nadeo Argawinata.
"Saya merasa turut prihatin terhadap beberapa pemain senior. Mereka telah mengerahkan upaya terbaik dalam turnamen ini dan melakukan pengorbanan besar untuk bisa hadir di sini," terang Herdman.
"Mereka sangat berhasrat mempersembahkan trofi bagi Indonesia. Sayangnya, hal itu belum bisa terwujud kali ini, namun mereka telah memberikan segalanya," lanjutnya.
Meski timnya tersingkir, pelatih asal Inggris tersebut tetap mampu memetik sisi positif dari pengalaman ini.