7 Skill Paling Dicari Perusahaan di 2026, Bukan Cuma Bisa AI! Nomor 5 Sering Diremehkan

Rabu 12 Aug 2026 - 03:00 WIB
Reporter : zeli
Editor : djarwo

Semakin banyak aktivitas perusahaan dilakukan secara digital, semakin besar pula kebutuhan terhadap keamanan informasi.

Pemahaman cybersecurity bukan hanya kebutuhan tim IT.

Karyawan dari berbagai divisi juga perlu mengetahui risiko dasar seperti phishing, tautan mencurigakan, kebocoran data, penggunaan password yang lemah, hingga kesalahan dalam membagikan informasi perusahaan.

WEF menempatkan networks and cybersecurity sebagai salah satu kelompok keterampilan teknologi yang diperkirakan tumbuh cepat hingga 2030.

Bagi pekerja di bidang teknologi, kemampuan ini bahkan dapat menjadi salah satu spesialisasi yang semakin bernilai.

BACA JUGA:Wajib Tau! Ini 5 Zodiak Super Profesional dan Selalu Diandalkan di Dunia Kerja, Kamu Termasuk?

4. Kemampuan Menggunakan Teknologi Digital

Skill digital kini bukan lagi sekadar nilai tambahan.

Pekerja perlu terbiasa menggunakan aplikasi kolaborasi, cloud, platform komunikasi, software produktivitas, sistem manajemen proyek, perangkat analitik, hingga berbagai aplikasi yang mendukung pekerjaan.

Namun, kemampuan digital bukan hanya soal mengetahui tombol mana yang harus ditekan.

Yang lebih penting adalah memahami teknologi mana yang tepat untuk menyelesaikan persoalan tertentu.

Pekerja yang mampu menemukan cara lebih cepat dan efisien melalui teknologi berpotensi mempunyai keunggulan dibandingkan mereka yang hanya mengerjakan pekerjaan dengan cara lama.

5. Berpikir Analitis dan Kritis

Inilah skill yang sering kalah populer dibandingkan AI, tetapi justru semakin penting.

AI dapat menghasilkan jawaban dengan sangat cepat. Masalahnya, hasil tersebut belum tentu selalu benar.

Pekerja tetap harus mampu memeriksa informasi, membandingkan sumber, menemukan kesalahan, memahami konteks, dan menentukan keputusan yang tepat.

WEF menyebut analytical thinking sebagai skill inti yang paling banyak dicari perusahaan. Dalam laporan Future of Jobs 2025, sekitar tujuh dari 10 perusahaan menganggap analytical thinking sebagai keterampilan penting.

Dengan kata lain, kemampuan berpikir tidak menjadi kurang penting karena AI.

Kategori :