7 Skill Paling Dicari Perusahaan di 2026, Bukan Cuma Bisa AI! Nomor 5 Sering Diremehkan

Rabu 12 Aug 2026 - 03:00 WIB
Reporter : zeli
Editor : djarwo

Justru sebaliknya, ketika mesin semakin pintar, manusia semakin dituntut memiliki penilaian yang baik.

BACA JUGA:7 Soft Skill Penting untuk Sukses di Dunia Kerja

6. Komunikasi dan Kolaborasi

Kemampuan manusia tetap menjadi aset penting di tengah perkembangan teknologi.

LinkedIn dalam Skills on the Rise 2026 menyoroti keterampilan seperti cross-functional collaboration, team management, mentorship, public speaking, dan stakeholder communication sebagai kemampuan yang semakin mendapat perhatian.

Mengapa?

Sebuah proyek tidak selalu dikerjakan satu orang atau satu divisi.

Pekerja harus mampu menjelaskan ide, berdiskusi dengan tim, bernegosiasi, menerima masukan, menyelesaikan konflik, serta berkomunikasi dengan pihak lain.

Kemampuan menggunakan AI mungkin membantu menyelesaikan tugas lebih cepat, tetapi komunikasi tetap dibutuhkan untuk memastikan hasil pekerjaan benar-benar sesuai kebutuhan organisasi.

7. Adaptasi dan Kemauan untuk Terus Belajar

Teknologi berkembang jauh lebih cepat dibandingkan perubahan kurikulum pendidikan.

Skill yang populer hari ini bisa saja berubah beberapa tahun kemudian.

Karena itu, kemampuan belajar menjadi salah satu modal karier yang sangat penting.

WEF memperkirakan sekitar 39 persen skill pekerja akan mengalami perubahan atau menjadi usang hingga 2030. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa kebutuhan upskilling dan reskilling akan terus meningkat.

Pekerja yang terbiasa belajar teknologi baru, mengikuti perkembangan industri, dan memperbarui kemampuannya akan lebih siap menghadapi perubahan.

Bukan AI vs Manusia, tetapi Manusia yang Bisa Menggunakan AI

Perkembangan AI memang berpotensi mengubah banyak jenis pekerjaan.

Namun, gambaran dunia kerja tidak sesederhana AI menggantikan seluruh tenaga manusia.

WEF mencatat perusahaan memperkirakan 170 juta pekerjaan baru dapat tercipta hingga 2030, sementara 92 juta pekerjaan terdampak displacement, menghasilkan pertumbuhan bersih sekitar 78 juta pekerjaan. Pada saat yang sama, 77 persen perusahaan yang disurvei berencana melakukan upskilling terhadap pekerjanya.

Kategori :