Perhatian pasar juga tertuju pada Australia.
Reserve Bank of Australia atau RBA diperkirakan mempertahankan suku bunga.
Level suku bunga diproyeksikan tetap di 4,35 persen.
Pelemahan sektor perumahan menjadi salah satu pertimbangannya.
Kondisi pasar tenaga kerja juga mulai memberikan tekanan.
Situasi tersebut mengurangi peluang kenaikan suku bunga.
Namun, RBA diperkirakan tetap mempertahankan pernyataan bernada hawkish.
Tujuannya untuk menjaga ekspektasi inflasi.
Inflasi masih menjadi perhatian utama bank sentral Australia.
The Fed Masih Waspadai Inflasi
Sementara itu, perhatian pasar Amerika Serikat tertuju pada kebijakan The Fed.
Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, memberikan pernyataan terkait inflasi.
Ia menilai kenaikan suku bunga masih mungkin diperlukan.
Langkah tersebut bertujuan mengembalikan inflasi menuju target 2 persen.
Namun, Hammack belum memberikan kepastian mengenai titik akhir kenaikan suku bunga.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan moneter AS masih sangat bergantung pada data.
Pasar akan mencermati perkembangan inflasi dan tenaga kerja berikutnya.