BACAKORAN.CO - Mulut kambing berbusa bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan seperti kembung, keracunan, sumbatan saluran makan, atau gangguan pernapasan. Jika busa disertai perut membesar, sulit bernapas, lemas, atau kambing roboh, kondisi tersebut harus dianggap sebagai darurat dan segera diperiksa dokter hewan.
Apa Itu Mulut Kambing Berbusa?
Mulut kambing berbusa bukan penyakit tunggal, melainkan tanda klinis yang penyebabnya harus dicari. Busa biasanya terbentuk ketika air liur berlebihan bercampur dengan udara, tetapi penyebab di baliknya dapat berbeda-beda.
Dalam peternakan modern, peternak tidak dianjurkan langsung memberikan obat hanya berdasarkan tampilan busa. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat pola makan, kondisi perut, pernapasan, perilaku, serta riwayat kambing mengonsumsi pakan atau bahan tertentu.
Mengapa Mulut Kambing Bisa Berbusa?
Beberapa penyebab yang perlu diperhatikan antara lain:
Penyebab Tanda yang Perlu Diamati Tingkat Risiko
Kembung atau bloat Perut membesar, terutama sisi kiri, gelisah dan sulit bernapas Tinggi
Gangguan pakan Kembung, diare atau perubahan perilaku setelah pergantian pakan Sedang–tinggi
Keracunan Air liur berlebihan, gemetar, lemas atau gangguan saraf Tinggi
Sumbatan saluran makan Sulit menelan, air liur keluar dan perut dapat membesar Tinggi
Gangguan pernapasan Napas cepat, batuk, sesak dan busa di sekitar mulut Tinggi
Mengapa Kembung Bisa Membuat Mulut Kambing Berbusa?
Kembung terjadi ketika gas hasil fermentasi di rumen tidak dapat dikeluarkan secara normal. Pada frothy bloat, gas terperangkap dalam busa stabil sehingga tekanan di dalam rumen meningkat.
Kondisi tersebut berbahaya karena rumen yang semakin mengembang dapat menekan diafragma dan mengganggu pernapasan. Pada kasus berat, bloat dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani.
Risikonya dapat meningkat ketika kambing mendapat pakan yang mudah difermentasi atau mengalami perubahan pola pakan secara tiba-tiba.
Mengapa Keracunan Juga Menyebabkan Busa?
Beberapa jenis keracunan dapat menyebabkan hipersalivasi atau air liur berlebihan yang tampak seperti busa. Keracunan nitrogen nonprotein, misalnya, dapat menyebabkan air liur berbusa bersama gemetar, nyeri perut, gangguan koordinasi hingga gangguan pernapasan.