Tren Belanja Online 2026: Anak Muda Makin Jago Berburu Promo, Tapi Jangan Sampai Terjebak!
BACAKORAN.CO - Belanja online pada 2026 semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Smartphone kini berfungsi sebagai etalase, mesin pencari produk, alat pembanding harga, sekaligus sarana pembayaran dalam satu perangkat.
Namun, tren belanja online kini tidak lagi hanya soal mencari barang dengan harga murah. Live shopping, video commerce, voucher, gratis ongkir, cashback, hingga rekomendasi kreator semakin memengaruhi keputusan konsumen.
Data terbaru menunjukkan besarnya peluang pasar digital Indonesia. Laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company memperkirakan nilai GMV ekonomi digital Indonesia hampir mencapai US$100 miliar pada 2025, dengan e-commerce menjadi sektor terbesar senilai sekitar US$71 miliar.
Sementara itu, video commerce Indonesia mencatat pertumbuhan volume transaksi sekitar 90 persen secara tahunan menjadi 2,6 miliar transaksi, dengan jumlah penjual dan toko online meningkat 75 persen menjadi sekitar 800 ribu.
BACA JUGA:10 Cara Belanja Online Lebih Hemat: Jangan Tergoda Diskon dan Gratis Ongkir
Shopee Masih Jadi Platform yang Paling Sering Diakses
Persaingan marketplace semakin ketat. Berdasarkan survei APJII yang dikutip Katadata pada 2026, Shopee menjadi platform e-commerce yang paling sering diakses, dengan proporsi 47,5 persen responden.
TikTok Shop berada di posisi berikutnya dengan 33,4 persen, disusul Tokopedia 11,2 persen dan Lazada 6,2 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya memiliki satu pilihan ketika berbelanja online.
Mereka dapat berpindah platform untuk mencari harga, promo, metode pembayaran, maupun pilihan produk yang paling sesuai.
Live Shopping Makin Mengubah Cara Anak Muda Belanja
Salah satu perubahan paling mencolok pada 2026 adalah semakin kuatnya live shopping.
Konsumen tidak lagi hanya melihat foto dan deskripsi produk. Mereka bisa menyaksikan demonstrasi barang secara langsung sambil berinteraksi dengan penjual atau kreator.
Model ini membuat pengalaman belanja terasa seperti gabungan antara hiburan dan transaksi.
Data e-Conomy SEA juga menunjukkan video commerce menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama e-commerce Indonesia.
Karena itu, tidak mengherankan jika produk fesyen, kecantikan, elektronik, makanan, hingga perlengkapan rumah tangga banyak dipasarkan melalui siaran langsung.
BACA JUGA: Promo Belanja Online Murah Hari Ini: Tips Dapat Diskon, Gratis Ongkir & Cashback