BACAKORAN.CO - Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kini menjadi salah satu tumpuan utama Indonesia dalam mempercepat transisi menuju energi bersih.
Memasuki Agustus 2026, pemerintah bahkan tengah mempercepat program pengembangan PLTS hingga 100 gigawatt (GW). Tahap awal program tersebut disiapkan sebesar 17 GW dan akan didukung sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) sekitar 33 GW.
Angka tersebut menunjukkan bahwa energi surya tidak lagi ditempatkan sebagai sumber listrik pelengkap.
Namun, klaim bahwa PLTS saat ini sudah mampu memenuhi hingga 60 persen kebutuhan listrik kota besar belum dapat digeneralisasi untuk Indonesia. Data resmi Kementerian ESDM menunjukkan kapasitas PLTS nasional masih jauh dari angka tersebut.
BACA JUGA:Harga Motor Listrik SMOOT Terbaru 2026: Zuzu dan DeSultan, Cek Spesifikasi hingga Harganya
Kapasitas PLTS Indonesia Terus Bertambah
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), hingga April 2026 kapasitas pembangkit energi terbarukan yang tercatat mencapai 16.262,11 MW.
Dari jumlah tersebut, kapasitas PLTS tercatat 510,57 MW, PLTS Atap 916,99 MW, dan PLTS Terapung 196,51 MW.
Jika ketiganya dijumlahkan, kapasitas PLTS dalam berbagai kategori tersebut mencapai sekitar 1,62 GW.
Angka ini memperlihatkan bahwa sektor energi surya Indonesia memang berkembang pesat. Namun, masih dibutuhkan ekspansi besar untuk menjadikan matahari sebagai salah satu sumber utama listrik nasional.
Pemerintah Kejar PLTS 100 GW
Target terbesar saat ini datang dari program pengembangan PLTS 100 GW.
Kementerian ESDM pada Mei 2026 menyatakan pemerintah sedang mempercepat program tersebut. Tahap awalnya akan dibangun sekitar 17 GW PLTS, lengkap dengan dukungan BESS sekitar 33 GW.
BESS menjadi komponen penting karena listrik dari panel surya tidak diproduksi secara konstan sepanjang hari.
Produksi listrik biasanya meningkat ketika intensitas matahari tinggi. Sebaliknya, produksinya menurun pada sore dan malam hari.
Dengan baterai berkapasitas besar, energi yang dihasilkan ketika produksi melimpah dapat disimpan untuk digunakan ketika kebutuhan listrik meningkat.
BACA JUGA:Yamaha Gear eV Resmi Meluncur, Skuter Listrik dengan Baterai Tukar untuk Bisnis dan Logistik