bacakoran.co

Ambisi Prabowo Bangun PLTS 100 GW Butuh Rp1.306 Triliun, Janji Bebas Impor BBM dalam 3 Tahun!

Ilustrasi, Proyek Listrik Kebanggaan Prabowo Telan Rp1.306 Triliun--AI

BACAKORAN.CO - Ambisi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada energi melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt (GW) membutuhkan kucuran dana yang fantastis.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara blak-blakan mengungkapkan bahwa megaproyek hijau ini memerlukan investasi mencapai US70 miliar hingga US73 miliar, atau sekitar Rp1.306 triliun.

Langkah raksasa yang ditargetkan selesai dalam waktu sangat singkat hanya tiga tahun bini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam mengejar target net zero emission (NZE) pada tahun 2050 hingga 2060, sekaligus menjadi pukulan telak bagi negara-negara yang mulai melunak terhadap kesepakatan iklim global.

BACA JUGA:Gibran Digugat di MK, Diminta Diskualifikasi dari Cawapres karena Syarat Pendidikan: MPR Pilih Wapres Baru?

Dalam ajang MKI Electricity Connect 2026, Bahlil menegaskan bahwa instruksi Presiden Prabowo sangat jelas Indonesia tidak akan mundur sejengkal pun dari target energi bersih.

"Forum ini menurut saya sangat penting untuk menyampaikan ini. Sekalipun negara-negara lain keluar daripada Paris Agreement untuk net zero emission dengan menggantikan fosil mereka kepada energi baru terbarukan, Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada kita bahwa Indonesia, sekalipun negara yang hebat-hebat itu keluar, Indonesia tetap akan konsisten untuk memenuhi target net zero emission kita di 2050 sampai dengan 2060," ujar Bahlil.

Untuk merealisasikan hal tersebut, pemerintah mengambil langkah strategis dengan merevisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) akan digenjot habis-habisan hingga mendominasi 70 persen dari bauran energi nasional, dengan PLTS 100 GW sebagai tulang punggung utamanya.

BACA JUGA:Perbaiki Mesin Boiler Kelapa yang Tersumbat, Operator Terkena Semburan Uap Panas

"Caranya apa? Di RUPTL kita-kita dorong 70% adalah energi baru terbarukan dan kita menambah 100 gigawatt PLTS," ujar Bahlil.

Peluang Bisnis Raksasa dan Sinergi Nasional

Kebutuhan dana triliunan rupiah ini tentu tidak bisa dipikul sendirian oleh kas negara.

Bahlil melihat angka Rp1.306 triliun ini sebagai magnet investasi dan pasar energi yang luar biasa besar bagi sektor swasta.

"Ini total investasi yang ada. Ini bukan bukan pasar kecil, Bapak Ibu semua. Ini pasar yang sangat besar. Nah, untuk bisa kita melakukan ini, maka harus ada kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pengusaha," ujar Bahlil.

Ambisi Prabowo Bangun PLTS 100 GW Butuh Rp1.306 Triliun, Janji Bebas Impor BBM dalam 3 Tahun!

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co - ambisi besar pemerintahan presiden prabowo subianto untuk mewujudkan swasembada energi melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (plts) berkapasitas 100 gigawatt (gw) membutuhkan kucuran dana yang fantastis.

menteri energi dan sumber daya mineral (esdm), bahlil lahadalia, secara blak-blakan mengungkapkan bahwa megaproyek hijau ini memerlukan investasi mencapai us70 miliar hingga us73 miliar, atau sekitar rp1.306 triliun.

langkah raksasa yang ditargetkan selesai dalam waktu sangat singkat hanya tiga tahun bini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa.

program ini menjadi bukti nyata komitmen indonesia dalam mengejar target net zero emission (nze) pada tahun 2050 hingga 2060, sekaligus menjadi pukulan telak bagi negara-negara yang mulai melunak terhadap kesepakatan iklim global.

dalam ajang mki electricity connect 2026, bahlil menegaskan bahwa instruksi presiden prabowo sangat jelas indonesia tidak akan mundur sejengkal pun dari target energi bersih.

"forum ini menurut saya sangat penting untuk menyampaikan ini. sekalipun negara-negara lain keluar daripada paris agreement untuk net zero emission dengan menggantikan fosil mereka kepada energi baru terbarukan, bapak presiden prabowo memerintahkan kepada kita bahwa indonesia, sekalipun negara yang hebat-hebat itu keluar, indonesia tetap akan konsisten untuk memenuhi target net zero emission kita di 2050 sampai dengan 2060," ujar bahlil.

untuk merealisasikan hal tersebut, pemerintah mengambil langkah strategis dengan merevisi rencana usaha penyediaan tenaga listrik (ruptl).

porsi energi baru terbarukan (ebt) akan digenjot habis-habisan hingga mendominasi 70 persen dari bauran energi nasional, dengan plts 100 gw sebagai tulang punggung utamanya.

"caranya apa? di ruptl kita-kita dorong 70% adalah energi baru terbarukan dan kita menambah 100 gigawatt plts," ujar bahlil.

peluang bisnis raksasa dan sinergi nasional

kebutuhan dana triliunan rupiah ini tentu tidak bisa dipikul sendirian oleh kas negara.

bahlil melihat angka rp1.306 triliun ini sebagai magnet investasi dan pasar energi yang luar biasa besar bagi sektor swasta.

"ini total investasi yang ada. ini bukan bukan pasar kecil, bapak ibu semua. ini pasar yang sangat besar. nah, untuk bisa kita melakukan ini, maka harus ada kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pengusaha," ujar bahlil.

visi di balik puluhan juta panel surya yang akan terhampar ini sangat fundamental.

saat meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) program plts 100 gwp di gilimanuk, bali, pada agustus 2026 lalu, presiden prabowo menegaskan bahwa proyek ini adalah kunci menuju ketahanan energi yang absolut.

indonesia, dengan segala kekayaan alamnya mulai dari surya, panas bumi (geothermal), hingga ladang gas, harus dioptimalkan secara terpadu.

tujuannya cuma satu memutus rantai ketergantungan pada energi impor.

"intinya 100 gigawatt kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri! kita tidak akan takut perkembangan apa pun di bagian mana pun dunia," ujar presiden.

dengan integrasi kekuatan energi matahari yang masif ini bersama sumber energi domestik lainnya, pemerintah optimis indonesia bisa segera mencapai kemandirian mutlak.

"dengan 100 gigawatt, dengan geothermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang kita sudah ketemukan, dengan lifting minyak yang harus naik terus, kita tidak boleh impor lagi 1 barel pun minyak!" ujar presiden.

proyek listrik kebanggaan ini kini berpacu dengan waktu.

dalam tiga tahun ke depan, publik akan melihat apakah investasi fantastis rp1.306 triliun ini benar-benar mampu mengubah wajah kelistrikan indonesia dan mewujudkan mimpi swasembada energi yang dijanjikan.

Tag
Share