Bank Sentral Global Diversifikasi Penyimpanan Emas: London & New York Masih Unggul, China Mulai Menantang

Minggu 23 Aug 2026 - 16:00 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

BACA JUGA:Cadangan Devisa RI Tembus Rekor Baru, Suku Bunga Acuan Berpotensi Turun Lagi?

Pembelian Emas Bank Sentral Terus Tinggi

Diversifikasi penyimpanan juga terjadi bersamaan dengan meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral.

Pada Juni 2026, pembelian bersih bank sentral dunia disebut mencapai sekitar 57 ton.

Angka tersebut jauh di atas rata-rata pembelian bulanan sebelum 2022 yang berada di sekitar 17 ton.

Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa emas semakin dipandang sebagai aset strategis dalam pengelolaan cadangan negara.

China menjadi salah satu pembeli terbesar.

Dalam periode tersebut, China disebut membeli sekitar 40 ton emas.

Jika tren pembelian berlanjut, posisi China tidak hanya penting sebagai salah satu pembeli emas terbesar dunia.

China juga berpotensi semakin penting dalam ekosistem penyimpanan dan perdagangan emas internasional.

BACA JUGA:BI Blak-blakan Biang Kerok Cadangan Devisa RI Turun Jadi US$150,2 Miliar, Masih Aman?

China Mulai Menantang Dominasi Kustodian Barat

China memiliki alasan strategis untuk membangun ekosistem emas yang lebih kuat.

Negara tersebut merupakan salah satu konsumen dan produsen emas terbesar dunia. China juga memiliki pasar emas domestik yang besar melalui Shanghai Gold Exchange.

Perkembangan tersebut memberikan keuntungan berupa kedekatan antara cadangan emas, pasar perdagangan, dan infrastruktur keuangan domestik.

Jika semakin banyak negara mempertimbangkan China sebagai lokasi penyimpanan alternatif, lanskap kustodian emas global dapat berubah.

Namun, London dan New York masih memiliki keunggulan besar dari sisi sejarah, likuiditas, jaringan pasar, serta integrasi dengan sistem keuangan internasional.

Karena itu, China lebih tepat dilihat sebagai alternatif yang sedang berkembang, bukan pengganti langsung London atau New York.

Apa Dampaknya bagi Pasar Emas Global?

Kategori :