Meski demikian, tingginya permintaan tidak otomatis membuat setiap rumah menjadi investasi yang menguntungkan.
Kondisi pasar, lokasi spesifik, legalitas, kualitas bangunan, dan potensi kawasan tetap harus diperiksa.
5. Biaya Tanah dan Pembangunan Ikut Berpengaruh
Harga rumah tidak hanya mencerminkan nilai tanah.
Ada biaya pembangunan, material, tenaga kerja, perizinan, utilitas, pemasaran, dan berbagai komponen lainnya.
Ketika biaya pembangunan meningkat, harga rumah baru juga dapat ikut terdorong.
Karena itu, membandingkan harga rumah baru dengan rumah lama perlu dilakukan secara hati-hati.
Rumah dengan harga lebih murah belum tentu lebih ekonomis jika membutuhkan renovasi besar.
BACA JUGA:Rupiah Melemah, Pilih Emas, Properti, atau Saham? Ini Jawaban yang Perlu Anda Tahu
6. Jangan Terkecoh Harga Murah
Harga murah memang menarik, tetapi calon pembeli perlu mencari tahu alasan di baliknya.
Periksa apakah rumah berada jauh dari akses utama, memiliki masalah legalitas, membutuhkan renovasi besar, rawan banjir, atau berada di lingkungan yang kurang berkembang.
Harga rumah yang murah belum tentu murah setelah seluruh biaya diperhitungkan.
Hitung juga biaya renovasi, pajak, administrasi, notaris, perawatan, dan biaya lainnya sebelum membuat keputusan.
7. Kemampuan Finansial Harus Menjadi Pertimbangan Utama
Kesalahan yang cukup berisiko adalah membeli rumah hanya karena takut harga akan semakin mahal.
Jangan sampai keputusan tersebut membuat cicilan terlalu berat.
Sebelum membeli, hitung pendapatan, pengeluaran rutin, uang muka, cicilan, biaya transaksi, serta dana darurat.
Jika menggunakan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR, pahami pula skema bunga, tenor, biaya tambahan, dan ketentuan kredit dari bank.