Ia memutuskan untuk membeli tiket kunjungan biasa dan menikmati objek wisata tersebut layaknya wisatawan pada umumnya, tanpa melakukan pengambilan konten berdurasi panjang.
Kebijakan tarif berjenjang berdasarkan jumlah pengikut yang diterapkan di objek wisata tersebut memunculkan beragam tanggapan, mulai dari yang menilai kebijakan itu wajar sebagai bentuk kompensasi promosi, hingga yang menganggapnya perlu ditinjau ulang agar lebih transparan bagi calon pengunjung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola Rumah Pengabdi Setan maupun pemerintah daerah setempat terkait kebijakan tarif konten tersebut secara tertulis.
Kategori :